Takbir Keliling di Tengah Hutan

IMG01645-20131014-1954

Sama seperti Idul Fitri bulan Agustus lalu, Idul Adha tahun ini juga saya rayakan di tempat kerja, di hutan. Bedanya, kalau Idul Adha keluarga tidak berkunjung ke camp. Yang kedua, kalau lebaran Idul Fitri banyak teman-teman kerja yang pulang mudik. Namun Idul Adha sebaliknya, sebagian besar justru stand by di tempat kerja.

Satu hal yang sudah menjadi tradisi saat menjelang Hari Raya Idul Adha adalah takbir keliling camp. Ini yang nggak ada waktu malam Idul Fitri. Selepas sholat Isya di masjid, rombongan yang berjumlah sekitar 30-an orang langsung bergerak menuju lima mess karyawan.

Sesuai kesepakatan, mess pertama yang dikunjungi adalah mess karyawan kantor. Ini termasuk mess yang jaraknya paling jauh dari masjid dan jalannya menanjak. Jadi kalau yang kebagian tugas takbiran, siap-siap dengan atur nafas supaya nggak putus di tengah jalan suara takbirnya.

Ada dua orang yang bertugas mengumandangkan takbir. Satu menggunakan megapohone, berjalan paling depan. Satu lagi di barisan belakang menggunakan pengeras suara yang terhubung ke sound system. Nah posisi yang dibelakang ini harus dilakukan dua orang, satu membawa perangkatnya, satu orang lagi yang mengumandangkan takbir.

Setelah sampai di mess kantor, selain bertakbir juga bersholawat dan diakhiri dengan membaca doa. Di setiap mess, sebelum berpindah ke mess berikutnya, biasanya para peserta dijamu tuan rumah dengan berbagai hidangan. Resoles, bakwan, irisan puding, ketan adalah beberapa makanan ringan yang dinikmati jamaah takbir keliling.

IMG01646-20131014-1956

Setelah mess karyawan kantor, giliran berikutnya adalah mess guru, mess sopir dan mess karyawan bengkel di dua lokasi. Di saat berkunjung ke mess yang terakhir, tuan rumah dengan bantuan atau subsidi dari masjid menyediakan hidangan makan malam untuk jamaah takbir keliling. Kenapa mess bengkel sampai dua tempat? Sebenarnya dari pihak panitia hanya merencanakan empat tempat.

Namun ada permintaan khusus dan pribadi dari pimpinan bengkel dan wakilnya. Mereka yang menginginkan agar rute takbiran juga singgah di deretan tempat tinggalnya. Pucuk dicita ulam pun tiba. Rupanya jumlah dan jenis makanan yang dihidangkan yang paling banyak dan paling bervariasi dibandingkan dengan mess lainnya. Wow…. begitu antusiasnya mereka menjamu pseserta takbiran keliling dengan hidangan yang lebih dari cukup.

Ada hal yang menarik di tengah-tengah takbir keliling yang saya ikuti hingga selesai sekitar jam setengah sepuluh malam. Pertama, adalah suasana keakraban yang terjalin di antara sesama karyawan. Tua muda, anak-anak dan orangtua, atasan dan bawahan semuanya bergabung menjadi satu, berjalan kaki dari satu tempat ke tempat lainnya. Sebuah keakaraban yang terjalin spontan.

Kedua, antusiasme tuan rumah untuk menyajikan yang terbaik bagi tamunya. Setiap mess yang dikunjungi selalu mmenyediakan hidangan ringan dan minuman. Dan hidangan ini yang biasanya disiapkan oleh ibu-ibu istri karyawan. Nampaknya sabda nabi Munammhad yang mengatakan bahwa barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah memuliakan tamunya, dipraktekkan dengan baik oleh masing-masing tuan rumah.

Ketiga, bagi anak-anak momen mengikuti takbir keliling adalah peristiwa berkesan yang mungkin akan terkenang-kenang hingga dewasa kelak. Apalagi kegiatan ini sudah jarang diadakan. Takbiran yang saat ini dilakukan lebih banyak di dalam masjid, itupun terkadang menggunakan kaset atau piringan CD. Kalaupun berkeliling beberapa tempat di kota, justru lebih banyak menggunakan mobil atau sepeda motor.

Takbir keliling di tengah hutan. Momen yang dilakukan setahun sekali dan dirindukan oleh karyawan.
Allahu Akbar.. 3x Laa Ilaha Illallohu Allohu Akbar..Allahu Akbar Walillahilhamd..

Iklan

6 pemikiran pada “Takbir Keliling di Tengah Hutan

      1. Ada juga anak-anak di mess yg mendadak ikut takbir keliling karena lihat anak-anak lainnya, akhirnya bapaknya juga ikut di belakangnya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s