Dari Floppy Disk ke Flash Disk

IMG01650-20131024-0542

Tak sengaja, ketika bersih-bersih laci meja pagi ini, saya menemukan sekotak floppy disk. Bagi yang pernah menggunakan komputer di tahun 90-an, pasti kenal dengan yang namanya floppy disk. Media penyimpanan data yang lebih familiar disebut disket itu kini sudah tergolong kuno dan kemungkinan susah dicari di pasaran.

Masih teringat ketika waktu kuliah dulu, untuk menyimpan data skripsi saya harus membeli beberapa keping disket. Karena kapasitasnya per disket hanya 1.44 MB.

Apalagi kalau digunakan untuk menyimpan Sistem Operasi. Jaman itu belum menggunakan Windows apalagi open source seperti Linux. Masih pakai DOS. Jadi kalau komputer sudah dinyalakan, untuk booting satu per satu disket yang berisi sistem operasi harus dimasukkan. Setelah itu, disket data yang dimasukkan di drive di bawahnya. Biasanya di motherboard ada dua drive. Satu drive untuk sistem operasi dan satu lagi untuk data.

Yang masih saya ingat juga, karena waktu itu belum punya PC pribadi, jadi kalau menggunakan computer harus ke rental. Sewanya 3.000 rupiah per jam. Komputernya masih pakai prosesor AT/XT. Kalau mau mengetik pakai Wordstar dan bikin spreadsheet menggunakan Lotus. Waktu ke rental juga sekalian bawa setumpuk disket yang disimpan di dalam kotak kaca . Kalau sekarang seperti wadah Compact Disk.

Jaman sudah berubah. Tahun pun berganti. Saat ini yang namanya floppy disk alias disket sudah menjadi bagian dari sejarah. Perannya digantikan dengan benda mungil bernama flash disk. Meski ukurannya lebih kecil, namun kapasitas penyimpanan datanya ratusan kali lipat dibandingkan disket.

Seperti yang saya punya saat ini. Meski tergolong flash disk kuno karena cuma 512 MB, namun dibandingkan dengan disket kapasitas penyimpanannya ratusan kali lipat. Apalagi dibandingkan flashdisk 16 GB atau bahkan 64 GB. Beda sekali kapasitas penyimpanannya.

Era saat ini dan ke depan, trendnya semua data berukuran besar akan disimpan dalam media yang berukuran kecil mungil. Media penyimpanannya mengecil, namun kapasitasnya meningkat ratusan kali lipat.

Lebih simpel, praktis dan harganya pun lebih murah. Namun hati-hati, benda-benda berukuran kecil itu biasanya mudah hilang atau terselip. Kalau lupa menyimpannya, setengah hidup mencarinya.

Bisa jadi yang namanya flash disk, suatu saat nanti nasibnya juga akan seperti floppy disk. Akan ketinggalan jaman dan menjadi barang-barang antik.

10 pemikiran pada “Dari Floppy Disk ke Flash Disk

  1. Hehehee,… saya jadi ikut flash back, saya dulu jaman sma masih pake disket pak, kelas 2 baru mulai menjamur itu flash disk, itu pun yang kapasitas 128 mahal banget harganya utk ukuran saya, kalo sekarang flash disk kyaknya udah mau dilupakan juga, diganti dg hardisk yang lebuh gede kapasitasnya😀

    1. Wah, mengalami juga ya waktu masih pakai disket. Jaman itu harga flash disk 128 yang ratusan ribu memang mahal untuk kantong siswa SMA. Jaman saya SMA, malah belum kenal komputer, mbak🙂
      Makasih juga sudah follow blog saya

    1. Mungkin terselip ya, mbak, karena nggak pernah dipakai lagi. Benar, mbak, disket yg waktu itu termasuk benda yg penting dan diperlukan sekarang tinggal kenangan🙂

    1. sama, karena kelamaan nggak dipakai, datanya nggak bisa dibaca lagi, mbak. komputer dan laptop jaman sekarang juga udah nggak ada lagi yg pakai drive untuk disket

  2. Hihihi..iya Pak, waktu saya mudik, nemu barang ginian di rumah ortu. Jadi inget deh…jaman perjuangan dulu. Soalnya floppy disk ini cepet rusak. Drive A:\ ya Pak😀

    1. wow, masih ada juga koleksinya, mbak. bisa jadi bahan cerita untuk anak-anak🙂. Nggak terasa juga kalau benda-benda itu sekarang udah ketinggalan jaman🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s