Menolong Diri Sendiri

IMG01666-20131119-0942

Kreativitas sering muncul pada saat permasalahan menghadang. Tak tercuali pada saat hujan deras mengguyur. Kondisi jalan antar wilayah kecamatan yang belum seluruhnya ditimbun atau diaspal menyebabkan kendaraan harus berjuang agar lolos dari lumpur. Jarak tempuh sepanjang 52 kilometer yang dalam kondisi normal biasa ditempuh selama 1 jam 15 menit, bisa memakan waktu sampai tiga jam.

Sepandai-pandainya supir kendaraan mencari celah agar bisa lewat, sesekali terprosok juga di tengah lumpur. Kalau sudah seperti ini, harapannya adalah menunggu kendaraan lain lewat untuk membantu menarik. Ini yang nggak pasti, karena kita nggak tahu kapan dan berapa lama lagi kendaraan penarik tersebut lewat.

Pengalaman ini yang membuat seorang supir minibus nggak kehabisan ide. Kreativitas pun diperlukan menghadapi kondisi jalan seperti itu. Supaya tetap sampai tujuan, harus ada cara supaya bisa lewat jalan berlumpur. Juga tanpa harus menggantungkan diri pada bantuan kendaraan lain.

Apa upayanya? Minibus tersebut dipasang external velg di bagian ban belakang sebelah kiri dan kanan. Tak lupa sang supir dan kernetnya juga bawa perlengkapan lain seperti tali tambang, alat penggali dan sepotong kayu.

IMG01669-20131119-0945

Ketika roda minibus tertahan dan tak bisa melewati jalan berlumpur, kerja ekstra pun dimulai. Ujung tali tambang diikatkan dan digulung ke bagian external velg. Patok kayu ditancap di bagian depan minibus. Dengan menggunakan prinsip katrol dalam ilmu fisika, upaya untuk menggerakkan kendaraan pun dimulai.

Pada situasi seperti ini, posisi tali yang digulung di velg dan diikat di patok harus lurus. Karena akan berpengaruh pada kekuatan tarikan dan posisi gerak maju minibus. Jika posisi tali miring, maka minibus beresiko tergelincir.

Demikian juga ketika minibus nggak bisa bergerak maju. Langkah menarik mundur kendaraan dengan mengikatkan tali pada patok atau batang pohon di belakang kendaraan juga bisa dilakukan.

Ada juga syarat lainnya, semua penumpang harus turun dari kendaraan. Karena jika penumpang masih berada di dalam akan menambah beban daya tarik tali.

IMG01675-20131119-1027

Saya yang melihat kejadian itu benar-benar salut dengan kreativitas supir dan kernetnya menyiasati keadaan yang ada. Bukannya menyerah pada keadaan, tapi berusaha mencari cara supaya sumber mata pencahariannya tetap bisa jalan. Bukannya duduk berpangku tangan, namun tetap berjuang dan bermandi keringat mengeluarkan kendaraan dari jalan yang berlumpur.

Upayanya dengan berusaha melayani penumpang agar sampai di tempat tujuan patut diacungi jempol. Melihat perjuangannya seperti itu,  tanpa ragu saya keluarkan uang dari dompet dan memberikannya lebih dari ongkos yang biasanya setelah tiba di tempat tujuan.

Iklan

22 pemikiran pada “Menolong Diri Sendiri

  1. Medannya masih ringan Pak, jalan itu hanya 5% dari masalah transportasi kalau kita pulang kampung, buat sebagian orang mungkin medannya luar biasa…buat Pak Yudhi dan saya, udah biasa. Kalau jalannya mulus, baru luar biasa…

  2. Saya pernah mengalami medan seperti itu ketika saya masih kecil, di salah satu daerah pedalaman di sumatera selatan. Tapi untungnya skrg smua sudah diaspal
    Untung naik angkutan umum ya Mas,kalau bawa kendaraan sendiri ngak kebayang dorong kendaraan sendiri. Smoga segera ada perbaikan dari pemerintah untuk jalan2 disana ya Mas :d

    1. pernah ngerasain jalan off road kayak gitu juga, bro. Kalau kendaraan yg lewat di situ emang harus double gardan, apalagi musim hujan. itu pun sopirnya harus udah kenal medan. kalau salah ambil jalan, mobil bisa amblas…

    1. Benar, mbak. udah tiga kali posting tentang jalan yg rusak. Semoga pemerintah tergerak hatinya dan segera memperbaiki jalan tsb. Karena ini sudah menyangkut hajat hidup orang banyak. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s