Ketepatan Bereaksi

Ada satu update status di facebook bagus dari Pak Mario Teguh  yang saya baca tadi siang. Intinya adalah ketepatan kita bereaksi lebih penting daripada apa yang terjadi pada diri kita.

Benar sekali. Kita nggak bisa seratus persen menolak  berbagai kejadian yang  menimpa diri kita. Sudah berolahraga teratur, istirahat cukup dan makan yang bergizi, musim hujan ini kena batuk dan flu. Sudah berangkat awal dari rumah, di jalan macet hingga terlambat sampai kantor. Berusaha membantu teman mengerjakan tugas, setelah selesai justru teman yang dapat pengakuan. Seolah-olah dia yang membuat membuat tugas itu.

Kalau kita bereaksi negatif, pasti yang muncul rasa kesal, kecewa dan minimal mengeluh. Terus apa kejadiannya teratasi? Kalau kita kesal apa kemudian badan kita sembuh dari batuk dan flu? Setelah mengomel karena jalan macet apa lalu kita datang tepat waktu di kantor? Justru dengan kekesalan dan kekecewaan yang masih terbawa itu akan mempengaruhi apa yang kita kerjakan selanjutnya.

Suasana hati yang masih belum pulih akan membuat  kita tidak bisa enjoy dengan apa yang sedang dan akan kita lakukan selanjutnya. Seperti efek domino.

Terus gimana caranya supaya rasa kekesalan dan kekecewaan itu tak berkepanjangan? Tetap berusaha berpikir dan bertindak positip. Stop kekesalan dan kekecewaan setelah kejadian yang nggak enak itu menimpa kita. Belum tentu selanjutnya kita akan mengalami kejadian yang tak mengenakkan lagi.

Meski kejadian berikutnya lebih baik, kalau suasana hati kita masih terbawa dengan kejadian sebelumnya, semuanya akan terasa nggak nyaman.

So, kesal, marah dan kecewa suatu hal yang manusiawi. Tapi jangan biarkan perasaan itu berkepanjangan. Secukupnya saja. Semua ada batas waktunya. Dan diri kita yang menentukan apakah perasaan negatif itu akan cepat pergi atau terus berada dalam hati.

8 pemikiran pada “Ketepatan Bereaksi

  1. ya Pak..setuju banget. daripada membawa terus kekesalan hati yang tak ada gunanya, mendingan berusaha merubah ‘template’ mood kita ke phase yang lebih nyaman,agar kita bisa melakukan dan menikmati hal lain…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s