Perlunya Second Opinion

Sebenarnya masalahnya ringan. Wiper kaca mobil depan salah satunya rusak. Jadi kalau dinyalakan, gerakan wiper sebelah kiri setelah ke atas kemudian jatuh ke bawah kaca. Sewaktu ke bengkel untuk cek batere mobil, sekalian saya tanyakan ke mekanik tentang kerusakan wiper itu.

“Mas, wipernya sekalian diperbaiki bisa?”tanya saya. Setelah dicek, mekanik yang berusia sekitar dua puluh tahunan itu bilang,”Wah, ini pasti motornya yang rusak, Pak”.

“Terus perbaikinya gimana, Mas?” tanya saya lagi.

“Kalau rusaknya seperti ini, harus bongkar dashboard, Pak. Ini perlu waktu lama. Kami nggak terbiasa untuk perbaiki kerusakan seperti ini”. Bengkel itu memang berbeda dengan bengkel lainnya. Kelihatannya khusus untuk perbaiki batere/accu dan ganti oli.

“Kalau begitu, saya ganti karet wipernya saja”. Setelah membayar nota pembelian karet wiper seharga 70 ribu, saya pulang. Besoknya, saya bawa mobil itu ke bengkel lainnya. Dengan maksud supaya dashboardnya dibongkar dan motor atau dinamonya diganti kalau memang harus seperti itu.

Bersama istri, setelah berbelanja untuk keperluan makan siang, saya langsung ke bengkel lainnya. Tiba di bengkel sederhana yang hanya punya dua mekanik berusia sekitar lima puluh tahunan, saya sampaikan permasalahannya.

“Ini wiper sebelah kiri kalau dinyalakan sering jatuh, Pak. Apa motornya rusak?”tanya saya

Setelah dicek,“Oo, ini cuma murnya kendor, Pak,”kata mekanik tersebut sambil mengencangkannya.

“Nah, sekarang coba dinyalakan wipernya, Pak”ujarnya dengan nada enteng.

Saya starter mobil dan saya gerakkan tombol wiper di sebelah kiri setir. Benar. Gerakan wiper itu kembali normal. Tidak lagi jatuh ke bawah kaca.

Saya geleng-geleng kepala. Ternyata bukan motor atau dinamonya yang rusak. Cuma bagian mur yang kendor. Beruntung, saya bertanya dan minta pendapat dulu ke mekanik bengkel yang kedua. Beruntung nggak jadi bongkar dashboard yang pasti perlu biaya mahal dan perlu waktu lebih lama lagi.

Terkadang, bila ada masalah, ada baiknya kita minta pendapat tak hanya dari satu orang. Bukan tidak percaya dengan penjelasan orang atau pihak pertama. Tapi agar keputusan yang diambil sudah tepat. Tidak buang-buang waktu dan uang. Untuk mengambil keputusan agar tidak salah, second opinion juga perlu dipertimbangkan.

Iklan

10 pemikiran pada “Perlunya Second Opinion

  1. abanxc®

    bener banget mas, tapi kadang bukan hanya dua tapi lebih dari itu, apa lagi kalau kita tidak mengetahui solusinya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s