Anak Dusun Keliling Dunia

IMG01782-20140106-2104

“Saya melihat dan mengetahui ada sangat banyak orang pintar dan hebat, namun tidak semua dari mereka diberi kemewahan untuk bisa menuliskan kepintaran dan kehebatannya. Setiap orang bisa membuat sejarah, namun tidak semua bisa menuliskannya”
I Made Andi Arsana

Tak pernah saya duga, buku Anak Dusun Keliling Dunia yang saya beli Nopember lalu di Gramedia, sebulan kemudian sudah menjadi best seller. Dari letak buku yang berada di rak bagian tengah, berpindah dan naik kelas dipajang di etalase bagian depan. Apa yang saya alami ini sepertinya di luar kebiasaan. Kebanyakan dari kita biasanya cenderung mencari buku yang masuk best seller dulu, setelah baca di media baru dibeli.

Buku yang berisi kumpulan catatan tulisan di blog milik I Made Andi Arsana ini memang menarik. Tak banyak dosen yang rajin ngeblog, mencatat kejadian yang dialami dan menuangkannya di blog pribadi. Andi Arsana adalah salah satunya yang sejak 2005 sering menulis catatan di blog www.madeandi.com. Sebagian besar pengalamannya sebagai dosen Teknik Geodesi UGM dituliskan rinci di blognya. Termasuk ketika berburu beasiswa S2 dan diterima di salah satu perguruan tinggi di Wollongong Australia.

Nggak hanya itu yang bisa kita baca di buku ini. Andi juga nggak pelit berbagi ilmu. Keahliannya di bidang batas maritim (maritime boundaries) yang termasuk langka di negeri ini, dia sebarluaskan ke publik ketika diundang menghadiri berbagai seminar, simposium atau workshop di dalam maupun luar negeri. Kemampuannya menyajikan materi presentasi yang menarik dengan beberapa animasi, menjadi senjata andalannya untuk menjelaskan ilmu teknis agar mudah dipahami audiens.

Selain berprofesi sebagai dosen yang telah memublikasikan 200 karya dalam bentuk buku jurnal, makalah konperensi, kuliah umum, Andi juga seorang kolumnis media cetak. Tulisannya tersebar di Kompas, Jakarta Post, Bali Post, Suara Pembaruan, Suara Merdeka dan lain-lainnya

Hampir semua pengetahuan dan ilmu yang dimiliki Andi termasuk tips-tips diceritakan dengan rinci di buku ini. Meski berlatar belakang sarjana teknik yang sering berpikir serius, sense of humor Andi cukup tajam. Simak ketika di forum internasional, pembawa acara memperkenalkan dirinya dan menyebut nama I Made dengan lafal bahasa Inggris,”Ai meid Andi Arsana”. Saat giliran bicara, Andi menjelaskan sambil tersenyum ke pembawa acara,”It was not you who made me”. Dan meledaklah tawa seluruh peserta.🙂🙂

Lima benua dan 28 negara telah dia jelajahi. Sesuai bidang dia yang bergelut dengan urusan pemetaan digital dan geospasial, semua tempat-tempat yang dia pernah kunjungi dia tandai di peta. Dan lagi-lagi, peta itu terlihat menarik saat presentasi karena dilengkapi dengan animasi.

Bagi mahasiswa-mahasiswi atau dosen yang punya keinginan untuk meneruskan studi di luar negeri, buku ini perlu dibaca karena sangat bermanfaat. Buku ini tak sekedar berisi tips-tips yang teoritis, tapi catatan empiris yang pernah dialami penulis. Kepada para anak didiknya di Teknik Geodesi UGM, Andi sering berpesan agar menyiapkan kemampuan bahasa Inggris sejak semester pertama kalau ingin kuliah ke luar negeri. Bukan setelah lulus S1 baru sibuk belajar atau ambil kursus singkat bahasa Inggris.

Cerita yang detil tentang kisah hidup Andi Arsana di buku ini bisa menjadi cermin bagi kita semua. Bahwa seorang anak dusun yang lahir di Tegaljadi, sebuah dusun kecil di pedalaman Tabanan Bali, dari ayah yang hanya lulus SD dan berprofesi penambang batu padas serta beribu yang tak menamatkan SD, ternyata mampu mengatasi keterbatasan yang ada dan meraih impian yang tak pernah pudar. Berkeliling dunia ke kota-kota dan berbagai negara seperti yang pernah dilihatnya di peta dunia.

4 pemikiran pada “Anak Dusun Keliling Dunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s