Menghemat Kertas

Teman blogger tentu sering menggunakan kertas. Pernah kan waktu menulis, ngeprint atau foto copy terus kertasnya dibuang karena salah. Kertas bekas print out yang salah atau hasil fotocopy yang nggak terpakai akhirnya menumpuk di tempat sampah.

Jangan dulu dikoyak dan dilempar ke tempat sampah, karena kertas itu sebenarnya masih bisa digunakan. Kertas bekas print out atau fotocopy, pada bagian halaman sebaliknya masih bisa dipakai. Kita bisa menggunakannya untuk membuat coretan, sketsa atau konsep tulisan karena halaman itu masih bersih.

Daripada menggunakan kertas baru, lebih baik gunakan kertas bekas tadi. Tak hanya itu, kertas bekas yang jumlahnya berlembar-lembar dan nggak terpakai juga bisa dibuat buku catatan atau memo. Kertas bekas itu bisa dipotong menjadi dua atau tiga bagian dan distaples. Lumayan, untuk membuat catatan atau coretan. Itulah yang saya lakukan di tempat kerja untuk menghemat penggunaan kertas.

Apakah hanya penghematan kertas yang bisa dilakukan di kantor? Nggak juga. Kita pasti pernah menerima surat dalam amplop. Ada dua amplop yang biasa digunakan. Amplop berwarna coklat yang berukuran besar dan amplop berwarna putih yang berukuran lebih kecil. Setelah kita baca suratnya, terus kita kemanakan amplopnya?

Di kantor, untuk surat-menyurat internal dengan bagian lain, saya sering menggunakan kembali amplop bekas ini untuk sampul surat. Kita coret alamat dan tujuan surat sebelumnya atau kita tutup dengan potongan kertas.

Kemudian kalau kita akan mengirim surat, gunakan lagi amplop itu. Untuk hal ini memang harus ada pembicaraan dulu dengan bagian atau unit lain. Supaya nggak salah paham dan dikira melecehkan karena mengirim surat pakai amplop bekas. πŸ™‚

Amplop bekas juga bisa dipakai untuk pemisah halaman pada map arsip. Misal kita punya map arsip surat masuk. Di dalamnya kita pisah menjadi surat masuk dari bagian lain, kantor cabang dan kantor pusat. Kita bisa gunakan amplop bekas tadi untuk halaman pemisah.

Kita lipat, distaples dan kemudian ditulis menggunakan bolpoin atau spidol. Mudah bukan. Ini bisa menghemat daripada harus menggunakan kertas karton atau kertas manila yang baru. Menghemat pemakaian kertas berarti menghemat pengeluaran biaya.

Dan menghemat ini bisa dilakukan mulai dari hal-hal kecil yang ada di sekitar kita.
Sebenarnya, masih banyak hal lain yang bisa kita hemat di tempat kerja. Mulai dari AC, air, listrik sampai telepon. Pernah melakukannya?

Iklan

14 pemikiran pada “Menghemat Kertas

  1. kalau sampul kertas coklat, biasanya saya gunakan sebelahnya untuk kirim paker buku ke pembeli, pak πŸ˜€

    kalau kertas bekas, biasanya digunakan kembali untuk membuat lidah surat

    selanjutnya, aplikasi yang saya kembangkan yang sebelumnya memerlukan fax dan sehari bisa menghabiskan satu gulung kertas fax atau lebih, sekarang sudah nggak perlu lagi difax. cukup lewat aplikasi dan lampiran softcopy aja.

  2. naniknara

    saya udah jarang ngeprint, enakan baca file aja.
    soalnya ruangan saya nggak ada printer hehehe… males naik turun buat ngambil hasil printout

  3. Semenjak lulus kuliah aku dah jarang konsumsi kertas Mas…saya juga mendukung penghematan kertas, supaya tidak banyak pohon yg ditebang lagi..dan yg pasti hemat biaya seperti kata Mas Yudhi πŸ˜€

    1. syukurlah, bro kalau sudah mengurangi konsumsi kertas. apalagi di era internet dan online seperti saat ini, penggunaan kertas dalam beberapa hal semestinya sudah mulai diganti atau dikurangi πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s