Airnya kok Mengalir Terus?

IMG_4982

Hari libur seperti hari ini enaknya memang dimanfaatan untuk jalan-jalan. Kalau yang tinggal di kota, jalan-jalannya biasanya ke tempat wisata, mall atau taman. Tapi bagi saya yang tinggal dan kerja di tengah hutan, jalan-jalannya cukup berjalan kaki di sekitar camp. Setelah mandi dan sarapan, saya sempatkan lihat-lihat keadaan sekitar sambil menghirup udara segar dan terasa sejuk di badan. Meski di tempat lainnya saat ini sering hujan dan banjir, terutama di pulau jawa, cuaca di tempat kerja malah jarang turun hujan.

Lihat saja jalan yang saya lewati, tanahnya kering dan berdebu. Setelah keliling dan memotret beberapa obyek, saya tiba-tiba tertarik dengan bak penampung air yang terbuat dari plat besi. Kalau di desa, mungkin seperti pancuran air yang terbuat dari bambu. Biasanya digunakan masyarakat untuk mencuci dan sumber air minum. Pancuran air seperti itu biasanya mengalir nonstop 24 jam, kecuali kalau ada gangguan di bagian hulunya.

IMG_4994

Bak penampung air yang saya lihat juga mengalir sepanjang waktu. Jarak dari sumber airnya sekitar 1 km. Banyak tamu yang menduga kalau air yang mengalir itu disedot pakai mesin pompa air. Padahal tidak seperti itu. Mereka baru paham setelah dijelaskan bahwa air itu mengalir karena memanfaatkan beda ketinggian tempat.

Di bagian hulu ada sumber air yang mengalir sepanjang tahun meski musim kemarau. Selanjutnya dibuat bendungan kecil yang terbuat dari semen dan campuran batu pasir. Dari pintu bendungan kecil itu dipasang saringan dan pipa paralon berdiameter 10 inci. Biasanya setiap batang pipa panjangnya 4 meter. Bisa dibayangkan berapa ratus batang yang harus disediakan untuk mengalirkan air sampai ke camp.

Investasi awalnya memang mahal, terutama untuk pembelian pipa, namun biaya perawatannya murah kalau dibandingkan menggunakan mesin pompa. Gangguan yang biasanya menghambat aliran air karena sampah-sampah yang menyumbat saringan pipa di bendungan. Dan ini sering terjadi setelah turun hujan. Kalau terjadi seperti itu, office boy yang siap-siap jalan kaki ke bagian sumber air untuk membersihkan sampah-sampah yang menyumbat.

Terkadang tamu heran kenapa air di kamar mandi mengalir terus? Kenapa keran air di kamar mandi dan di tempat lainnya dibiarkan dibuka dan nggak ditutup setelah bak air penuh atau selesai digunakan? Mereka terbiasa dengan pengalaman menggunakan air PAM di kota. Jadi wajar bertanya seperti itu. Karena kalau di kota membiarkan air mengalir seperti itu bisa disebut pemborosan.

Lain halnya kalau di camp, bila keran air ditutup akan terjadi tekanan balik. Jika tekanan tersebut semakin besar maka pipa bisa pecah. Karena kelebihan air itulah sebagian karyawan memanfaatkannya dengan membuat kolam ikan. Selain untuk memanfaatkan air yang berlimpah, juga untuk menyalurkan hobi dan juga mengurangi stress setelah bekerja seharian. Dan aliran air yang berlimpah itu akan terus berlangsung dan dapat dinikmati, sepanjang kondisi hutan di bagian hulunya masih baik.

Iklan

10 pemikiran pada “Airnya kok Mengalir Terus?

  1. oh saya baru inget dulu pernah pas mampir di masjid pujon, malang, air dalam kamar mandi nggak boleh di matikan..mungkin sama kayak yang njenengan jelaskan diatas ya pak,kebetulan masjidnya memang di daerah pegunungan.

  2. koyo lagu bengawan solo ya mas….air mengalir sampai jauh.akhirnya ke camp… hahaa

    saya jadi teringat kampungnya simbah di Jawa, air di rumah2 disalurkan melalui pipa/selang dari wangan di hulu kampung yg tak pernah mengering meski kemarau tiba. airnya jernih, dingin dan segar…ada juga yang disalurkan lewat bambu/pancuran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s