Mengajari Anak bahasa Inggris

Baru saja menemani anak-anak belajar.  Jadi ngeblognya setelah anak-anak selesai mengerjakan tugas dan tidur semua. Malam ini kok kebetulan ketiganya belajar matematika. Mulai Nadia yang kelas 10, Aysha kelas 7, sampai Andra yang baru kelas 3 SD.

Biasanya anak-anak kalau ada tugas disuruh mengerjakan dulu, kalau sudah ada soal-soal yang sulit baru ibunya yang mengajari. Nah, malam ini ada tugas untuk Andra yang mengharuskan saya juga turun tangan. Padahal waktu itu saya sedang diajak main catur sama si bungsu, Nabil.

Untuk anak seumur dia, tugasnya menurut saya memang nggak mudah. Pelajaran matematika yang soalnya dibuat dalam bahasa Inggris dan harus diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Seperti ini soalnya:

Ying ying earns $8 an hour for giving tuition. The time table on the right shows the number of hours she spends tutoring a week:

a) How many hours does she teach a week?

b) How much does she earn a week?

Di sebelah kanan soal ada tabel yang berisi nama hari dan berapa jam dia mengajar. Monday-5 hours, Tuesday-4 hours, Wednesday-6 hours, Thursday-no work, Friday-5 hours, Saturday-3 hours.

Andra yang baru kelas 3 mengerjakan soal seperti itu karena dia masuk dalam kelas non reguler. Istilahnya adalah kelas akselerasi. Mulai kelas 3,4,5 dan 6, untuk masing-masing tingkatan ada satu kelas akselerasi yang muridnya 20 anak per kelas. Jadi materi pelajarannya juga agak beda dengan yang kelas reguler dan dipadatkan.

Di sini peran anak dan orangtua sangat penting. Karena guru hanya memberikan pelajaran sekilas saja. Anak-anak lebih banyak diberikan tugas-tugas di rumah dan harus segera dikerjakan. Orangtua pun harus aktif. Ibaratnya sebagai guru kedua di rumah.

Seperti itulah yang dilakukan istri dan ketika saya di rumah.  Satu per satu kata dalam soal cerita itu diterjemahkan dulu dalam bahasa Indonesia.  Supaya paham apa maksud soal itu. Setelah itu baru pertanyaannya dijawab.

Bagi Andra, soal itu adalah hitungan matematika dasar dan nggak susah menjawabnya. Karena intinya adalah pelajaran hitungan berupa penambahan dan perkalian. Yang agak susah adalah mengajari dia supaya paham terjemahannya.

Untuk soal-soal seperti itu, sebagai orangtua, mau tidak mau saya harus turun tangan. Mengajarinya sampai mengerti. Dan saya sangat menikmati proses mengajari anak bisa mengerti bahasa Inggris. Kenapa? karena bahasa Inggris adalah pelajaran favorit ketika jaman SMP dan SMA.

36 pemikiran pada “Mengajari Anak bahasa Inggris

    1. Kelihatannya seperti itu. Pelajaran yg dulu saya terima di SMP, sekarang diajarkan di SD. Yg dulu diajarkan di SMA, sekarang diberikan di tingkat SMP. Akibat perkembangan zaman?

      1. Ya tidak seperti di indonesia, pak😀
        Malah muter2 aja.

        Dulu pernah baca artikrl tentang pendidikan di Jepang. Persisnya lupa. Kalau nggak di salah, di sana itu lebih menghargai proses atau usaha seorang anak ketika mengerjakan tugas. Kalau di sini kan yg penting nilainya😀

      2. Benar juga sih, Pernah juga anak saya punya pengalaman seperti itu, karena kurang satuan pm atau am untuk menunjukkan waktu dalam bahasa Inggris, anak saya dikasih nilai 1/2. Padahal dia sudah menjawab dengan berusaha menerjemahkan soalnya dan membuat ilustrasi dengan garis untuk memperjelas hitungan. Akhrinya, penilaiannya kembali pada kebijakan guru.🙂

  1. Wah klo aku ngajari matimatika iso kemringet dewe mas hehe… Udah susah2 sih kadang pertanyaannya.

    Anaknya dah pada gede, kebutuhannya juga gede nih.

    1. Baiknya sih seperti itu, bro. Dua pelajaran itu dari SD sampai perguruan tinggi diajarkan terus. Bahkan waktu kerja pun juga masih dipakai. Minimal untuk hitung-hitungan belanja di warung, toko atau mall

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s