Mengasuh Anak 4 jam Upah 50 Euro

Bertugas mendampingi tamu tak hanya sebatas menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan. Tanpa disengaja, terkadang obrolan melebar hingga ke urusan keluarga dan rumah tangga. Seperti halnya ketika saya mengantar Gero (43 th), tamu dari Freiburg Jerman yang berkunjung selama tiga hari ke lapangan.

Pekerjaannya sebagai konsultan senior di salah satu lembaga kerjasama internasional mengharuskannya sering bepergian ke negara lain. Dan kunjungannya ke Indonesia adalah yang pertama kali.

Ketika ngobrol masalah keluarga, dia cerita punya tiga anak cowok umur 5, 7 dan 10 tahun. Istrinya bekerja di perusahaan asuransi. Hal itu yang menyebabkan dia harus memperkerjakan seorang pengasuh untuk anak bungsunya.

Saya kaget ketika dia cerita kalau pengasuh yang bekerja di rumahnya itu upahnya 50 Euro per jam. Saya coba googling, kemarin (6/3) dengan kurs 1 Euro sama dengan Rp 15.900, berarti bayaran per jamnya hampir 200 ribu rupiah!

Kekagetan saya belum hilang ketika saya tanya apa saja tugas pengasuhnya. Dia menjawab, “Hanya untuk menemani anak bungsu bermain-main”. Astaga. Setelah menemani anaknya bermain-main selama empat jam, kemudian pulang. Menurut Gero. pengasuhnya itu sangat sayang anaknya, namun tidak setiap hari dia bekerja di rumahnya karena bayarannya mahal.

Kalau untuk ukuran dirinya saja termasuk mahal, apalagi saya. Saya baru mengerti, mungkin itu  salah satu yang menyebabkan kenapa sebagian besar orang Eropa dan Amerika yang saya lihat di film-film jarang ada yang pakai pengasuh atau pembantu di rumahnya. Ya, lihatnya di film karena belum pernah jalan-jalan ke sana.🙂

Saya lihat, hampir semua pekerjaan rumah tangga dikerjakan sendiri oleh suami istri, ditunjang dengan peralatan elektronik yang lengkap dan modern. Mulai dari memasak, mencuci, membersihkan dan menata rumah. Tidak ada pembatasan dan pembedaan pekerjaan antara suami dan istri. Yang ada adalah pembagian tugas.

Ternyata, bayaran pengasuh atau asisten rumah tangga yang mahal, mengharuskan setiap anggota keluarga berbagi tugas mengerjakan pekerjaan rumah secara mandiri. Bisa jadi, ini salah satu nilai positip dari kehidupan rumah tangga di Barat yang bisa kita contoh.

18 pemikiran pada “Mengasuh Anak 4 jam Upah 50 Euro

  1. yang saya lihat di film2 juga begitu, pak😀

    sementara di sini banyak yang menggunakan jasa ART ya, pak. berarti kebanyakan saudara dan sahabat kita lebih kaya daripada orang luar negeri

    1. Ya, karena sering menggunakan dan mengandalkan ART, terkadang anggota keluarga kurang terampil mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, mencuci pakaian, menyetrika🙂

  2. Kata suami, yang sudah pernah tinggal di korea beberapa tahun, disana juga demikian. Biarpun direktur, ya nyetir sendiri, ngantar anak ke sekolah, beres-beres rumah. Jadi kalau dinegara kita ada orang punya sopir pribadi, pembantu, baby sitter, itu menurut orang luar, pasti kaya sekali🙂

  3. Kata Ely..ongkos karyawan di Jerman memang sangat tinggi Mas..makanya banyak yang punya usaha atau warung disana dijagain sendiri…
    Ngak kebayang ya Mas kalau di Indo gaji pengasuh sudah segitu…kasian para orang tuanya

      1. momong bocahe opo biyunge, Kang..? aku tak momong anak bojoku dewe waelah, senajan ming macul ning ndeso penting keluargaku adem ayem, senajan sugih ora masalah akeh duite yo nggak apa – apa..haaahaha.

  4. Setuju banget. Hanya disini yg manja. Dikit2 sama pembantu. Soalnya murah hehehe….. Di usa katanya gajian 7dolar per jam . Kya umr gitu. 4jam brrti 322 rrupiah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s