Tak Setiap saat Ponsel Dihidupkan

Kalau kita ke bank, ada satu hal menarik yang saya amati di bagian teller dan layanan pelanggan. Apa itu? Jarang ada dering telepon seluler (ponsel) atau suara SMS di tempat kerja karyawannya.

Pernah saya berpikir, apakah mereka memang tidak diperbolehkan bawa ponsel  pada saat di kantor? Atau diperbolehkan membawa tapi dimatikan saat kerja, kemudian jam istirahat baru boleh digunakan.

Ponsel memang tidak harus dihidupkan setiap saat pada waktu kerja. Apalagi di tempat kerja yang memerlukan konsentrasi dan berkaitan dengan pelayanan publik. Bisa dibayangkan kalau kita sedang berurusan dengan satu instansi, kemudian karyawannya sibuk menerima telepon atau SMS-an. Pekerjaan melayani nasabah jelas tidak akan fokus dan membuat antrian lebih lama.

Sebenarnya apa sih plus minusnya nggak boleh menghidupkan ponsel saat kerja? Plusnya adalah kita bisa lebih konsentrasi bekerja. Salah satu pengganggu konsentrasi adalah ketika ada gangguan dan itu bisa berupa dering telepon atau suara SMS masuk. Karena secara refleks konsentrasi kita beralih untuk menjawab panggilan telepon atau membaca SMS.

Jangankan untuk pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti menulis, membuat laporan atau menghitung, ketika berbicara pun konsentrasi bisa buyar gara-gara ada telepon atau SMS masuk. Ini yang pernah saya alami ketika berbicara dengan bos. Ketika ada telepon masuk, spontan bos menjawab dan pembicaraan pun terputus sesaat. Selesai bicara di telepon dia menanyakan,”Tadi kita bicara sampai dimana, ya”. Pembicaraan tak bisa langsung diteruskan karena perlu waktu untuk mengingat kembali topik pembicaraan terakhir.

Ada juga sih minusnya nggak boleh bawa ponsel saat jam kerja.  Apa itu? Terjadi salah paham dari beberapa teman atau tamu. Ini yang saya alami di tempat kerja. Pada saat jam kerja di kantor, untuk menelepon ke luar dan menerima telepon harus melalui call center. Karena saat itu ponsel pribadi tidak boleh dibawa ke kantor.

Jadi kalau ada teman atau tamu yang telpon ke nomor ponsel pribadi, ya harap maklum kalau nggak diangkat. Terkadang terjadi salah paham karena bagi yang belum mengerti dikira saya nggak mau terima telepon atau cepat balas SMS. Saya bisa merasakan gimana kalau menelepon seseorang kemudian tidak diangkat dan dijawab. Ada perasaan kesal dan seperti dianggap nggak penting.

Kalau seperti itu, biasanya pas jam istirahat atau pulang kantor saya cek ponsel. Kalau ada panggilan tak terjawab, usahakan telepon balik atau kirim SMS. Sekalian dijelaskan, kalau telepon saat jam kerja sebaiknya hubungi nomor call center.

13 pemikiran pada “Tak Setiap saat Ponsel Dihidupkan

  1. hp saya selalu “ON” Mas..beberapa panggilan tak terjawab dr teman dan SMS masuk sengaja tidak saya balas, soale ora ono pulsane…heheee

      1. sesuk tak pesen karo operatore nek ono sing tiplun kon muni ” Nomor yang Anda tuju lagi ora gablek pulsa.” ngono wae ya..??

  2. di tempat saya nggak ada aturan harus dimatikan, pak. malahan kayanya harus nyala biar bisa dihubungi atasan atau user. yng jelas seh kalau ada rapat…. jangan sampe asyik SMS-an atau BBM-an atau WA-an😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s