Dua Pekerjaan, Dua Harapan

IMG01794-20140202-1148

Bila ada yang mengatakan bahwa salah satu sumber ide dalam menulis adalah ketika blogwalking, itu benar. Ide tulisan ini tiba-tiba muncul ketika blogwalking dan membaca postingan tentang hujan di blognya Chrismanabee.

Ini cerita tentang pengalaman di tempat kerja. Terutama teman-teman yang bertugas outdoor di bagian yang berbeda dan pekerjaannya sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca.

Teman-teman di bagian produksi, khususnya para operator chainsaw yang tugasnya menebang pohon berharap supaya saat bekerja cuaca cerah. Harapan yang sama juga dimiliki oleh operator buldoser atau skidder yang tugasnya menarik kayu dari tempat penebangan ke tempat pengumpulan kayu bulat. Mereka tidak akan dapat bekerja apabila kondisi cuaca hujan karena akan membahayakan keselamatan jiwanya.

Lain lagi dengan teman-teman yang bekerja di bagian penanaman dan pengiriman kayu melalui sungai. Pada saat yang sama, mereka  berharap agar turun hujan dan jangan sampai terjadi kemarau panjang hingga berbulan-bulan.

Bagi yang tugasnya menanam bibit pohon di hutan, kemarau atau musim panas yang panjang adalah pertanda mereka harus bekerja ekstra. Menyiram tanaman yang baru ditanam yang berusia beberapa bulan di lapangan. Kalau bibit yang baru ditanam itu tidak disiram pada saat kemarau panjang, persen kematian tanaman di lapangan akan meningkat. Usaha mereka mulai mengangkut bibit dari persemaian, membuat jalur penanaman, menggali lubang tanaman, mengisi dengan humus hingga menanam akan sia-sia.

Hujan juga diharapkan oleh mereka yang bertugas di logpond atau tempat kerja yang berada di tepi sungai. Hujan yang tiada turun dalam beberapa minggu menyebabkan air surut dan pekerjaan membuat rakit kayu terhambat. Tak hanya itu, kegiatan pengiriman kayu bulat ke industri juga macet. Karena saat ini, sungai adalah satu-satunya transportasi untuk mengangkut kayu bulat ke pabrik.

Setiap hari mereka harus memonitor tinggi air sungai, karena rakit yang berisi kayu terapung dan sebagian kayu tenggelam hanya bisa dimilirkan pada saat air sungai memiliki kedalaman 1,5 – 2 m. Dimilirkan artinya ditarik dari bagian hulu ke hilir. Jika tinggi air sungai kurang dari itu, rakit tidak akan dapat ditarik oleh kapal tarik karena kandas tersangkut batu-batuan yang berada di dasar sungai

Sementara itu, untuk kayu-kayu yang tergolong jenis sinker atau kayu tenggelam yang diangkut ponton/tongkang, tinggi air sungai harus lebih dari 3 m. Jika ketinggian air sungai tidak mencapai seperti itu, ponton tidak dapat diberangkatkan karena juga akan kandas. Karena pekerjaan memilirkan kayu sangat tergantung dengan turunnya hujan, jam kerjanya pun tidak bisa disamakan dengan jam kerja karyawan di kantor yaitu mulai pagi sampai sore. Ketika dini hari turun hujan dan air sungai pasang, pagi subuh mereka harus menyingsingkan baju dan terjun ke lapangan. Untuk apa? Sesegera mungkin mempersiapkan pemiliran kayu. Momen seperti ini tidak boleh terlewatkan karena terlambat sekian jam, air sungai surut lagi. Akibatnya, rakit dan ponton tidak akan bisa milir.

Kalau kita bicara tentang pekerjaan yang kelancarannya ditentukan oleh hujan, ada satu anekdot atau lelucon dari teman-teman di lapangan. Jika karyawan di bagian penanaman dan pemiliran kayu berdoa minta hujan, operator di bagian penebangan dan penyaradan justru berdoa supaya jangan turun hujan.  🙂

Iklan

9 pemikiran pada “Dua Pekerjaan, Dua Harapan

  1. Memang jenis pekerjaan bisa mempengaruhi doa dan harapan ya Pak. Kalo di bank kejadiannya kalo pas nawarin produk, kalo bagian kredit berharap suku bunga bisa diturunkan biar laku, sementara bagian dana simpanan berharap suku bunga naik. Hehehe..

  2. anekdot lain juga ada di bidang pekerjaan lain, pak.

    kita semua berdoa agar selalu sehat, di lain belahan bumi, para dokter berdoa agar dilapangkan rezekinya 😀

  3. mungkin itu sebabnya tidak semua doa yg kita panjatkan belum selalu terkabulkan, karena ada pihak yang meng-kontra amini doa kita ya, Mas.. hehee..

    ada yg minta hujan, pihak lain minta panas, sekalinya dikasih udan panas malah podo wedi…
    menungso kie pancen repot kok..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s