Ikut Praktek Kerja atau Lulus Cepat?

Saat ini ada tiga grup mahasiswa yang sedang menjalani praktek kerja atau magang di perusahaan. Grup pertama, lima orang mahasiswa dari Bogor. Yang kedua, tujuh orang dari Jogja dan terakhir tiga orang dari Palangkaraya. Mereka selama dua bulan akan mengikuti kegiatan di hutan.

Sebelum ke lapangan, biasanya ada pengarahan dan penjelasan tentang aturan yang harus diikuti selama di tempat kerja. Jam masuk kerja, jam makan dan jadwal kegiatan yang sudah disusun adalah beberapa hal yang harus mereka perhatikan. Prinsipnya, karena di lingkungan kerja, seharusnya mereka menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada.

Mungkin bagi sebagian kampus, praktek kerja atau magang dianggap membuang-buang waktu sehingga mereka tidak menyusun kegiatan itu dalam kurikulum. Namun sebenarnya ada banyak manfaat mereka mengikuti praktek kerja. Tak hanya untuk mendapat nilai dan melaksanakan kewajiban yang ditentukan oleh fakultas atau universitas. Ada manfaat lain yang akan diperoleh para mahasiswa:

1. Melihat Langsung Perkembangan di Lapangan
Dunia sekolah dan dunia kerja adalah dua hal yang berbeda. Yang pertama, penilaian identik dengan penguasaan atas berbagai ilmu dan teori. Sementara yang kedua, kinerja seseorang lebih dinilai pada keterampilan yang dimiliki dalam melakukan tugas dan kemampuan menyelesaikan masalah. Sebenarnya, perbedaan itu tak untuk saling diperdebatkan, apalagi dipertentangkan. Justru keduanya saling mengisi dan melengkapi.

Praktek kerja atau magang memungkinkan mahasiswa untuk melihat langsung proses kerja di lapangan dan problem yang dihadapi. Serta bagaimana solusi yang harus diambil untuk mengatasi problem tersebut.

Saya sependapat dengan perguruan tinggi yang masih mewajibkan mahasiswanya untuk menjalani magang atau praktek. Karena dengan biaya pendidikan yang kian mahal dan mendorong mahasiswa untuk segera lulus, ada beberapa kampus yang menjadikan magang dan praktek kerja hanya sebagai kegiatan pilihan bagi mahasiswanya. Pilihan dalam arti boleh diikuti juga boleh tidak diikuti. Saya yakin dengan model pilihan seperti ini, akan banyak mahasiswa yang memilih untuk tidak mengikuti praktek kerja.

2. Adaptasi dengan Lingkungan Kerja
Di setiap perusahaan, seorang lulusan baru dari kampus yang diterima kerja biasanya tidak akan langsung diangkat sebagai karyawan. Ada tahap-tahap yang harus dijalani, seperti mengikuti pelatihan atau training selama beberapa bulan. Kelebihan mahasiswa yang pernah magang atau praktek kerja adalah bahwa mereka memiliki pengalaman dan pernah merasakan bagaimana suasana dan kondisi lingkungan kerja. Dengan bekal tersebut, proses penyesuaian dengan lingkungan kerja akan lebih cepat.

3. Sumber Inspirasi untuk Membuat Skripsi
Ada beberapa mahasiswa yang sebelum praktek kerja sudah mendapatan judul untuk skripsinya. Namun ada juga yang mengalami kesulitan mencari judul atau tema sewaktu di kampus. Praktek kerja atau magang adalah salah satu sumber yang dapat dijadikan inspirasi untuk membuat skripsi.

Sumber gagasan untuk bahan skripsi tersebut juga dapat disesuaikan dengan keperluan perusahaan. Terkadang dalam salah satu bidang ada kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh perusahaan. Pada kondisi seperti ini mahasiswa juga dapat berkolaborasi untuk membuat riset yang diinginkan perusahaan.

Misalkan perusahaan ingin meneliti pola pertanaman tumpang sari di lahan masyarakat. Jenis yang ditanam adalah padi dikombinasikan dengan tanaman karet dan pohon tengkawang. Selanjutnya mahasiswa diminta membuat rancangan percobaan dan mengamati hasilnya. Bisa juga mahasiswa diminta untuk melakukan survey pendapatan masyarakat atau trend perkembangan pertumbuhan penduduk di suatu desa.

Perusahaan menyediakan lokasi dan tenaga pendampingnya, sementara yang meneliti adalah mahasiswa. Jika pola seperti ini bisa dikembangkan antara pihak universitas dengan dunia usaha, kesulitan mahasiswa untuk mencari ide penelitian akan terpecahkan. Di satu sisi, riset atau penelitian yang bersifat terapan lebih diperlukan perusahaan sebagai solusi atas kendala atau permasalahan yang dihadapi. Dengan demikian, mahasiswa dan perusahaan bersama-sama memperoleh manfaat dari kegiatan penelitian yang dilakukan.

4. Menambah Pengalaman dan Keterampilan
Bagi mahasiswa yang mengikuti unit kegiatan di kampus, seperti menjadi reporter atau fotografer majalah kampus, praktek kerja adalah kegiatan yang tepat untuk mengasah keterampilan dan menambah pengalaman. Begitu banyak sumber yang dapat digali untuk membuat bahan liputan di tempat praktek.

Tak hanya membuat laporan praktek kerja kepada dosen pembimbingnya, mahasiswa juga bisa membuat liputan bagi media kampus tentang hal-hal menarik dan unik yang dialami selama praktek. Pengalaman selama beberapa bulan mengikuti praktek tentu sangat menarik untuk ditulis, mulai dari serunya perjalanan ke lokasi praktek, suka duka di tempat praktek hingga berinteraksi dengan karyawan dan masyarakat. Tak sekedar pengalaman bertambah, akan ada cerita indah yang tak didapat seperti ketika berada di bangku kuliah.

8 pemikiran pada “Ikut Praktek Kerja atau Lulus Cepat?

  1. kalau di tempat saya, praktek kerja itu malah jadi unggulannya. Kami menyebutnya Kuliah Kerja Industri (KKI) dilaksanakan selama dua semester. Semester 4 dan semester 6, dan dilakukan diindustri yang sama. kendalanya adalah, mencari industri yang mau menerima mereka selama 2 semester itu🙂

    1. Bagus juga praktek kerja di kampusnya, mbak. Jarang ada perguruan tinggi yang program Kuliah Kerja sampai dua semester.

      Mungkin Diknas atau Dinas Perindustrian perlu turun tangan meminta industri supaya mau menerima mahasiswa praktek.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s