Apa Sebaiknya Dibantu atau Tidak ?

Baru kali ini dapat SMS dari nomor HP 081336480441 yang isinya permintaan bantuan atau sumbangan untuk anak-anak panti asuhan. Isi lengkap SMS-nya seperti ini:

Aslm, dibutuhkan beras utk ank2 yatim & duafa, hubungi PA Baitul Yatim Jl. Ry Saritama 17 Tandes Sby 60188 BCA 6170246321 a/n Baitul Yatim. SMS 08184045717. Mhn dijenguk.

SMS saya tulis persis sama dengan yang ada di ponsel. Pada saat pertama terima SMS itu, hati ini langsung trenyuh dan rasanya ingin segera membantu. Rupanya pengirim SMS itu pintar mengaduk-aduk emosi penerimanya. Namun muncul pertanyaan, kok dia tahu nomor ponsel saya? Darimana ya?

Beberapa hari SMS itu saya biarkan dan nggak ditanggapi. Nggak saya balas apalagi telepon balik. Karena ragu-ragu antara ingin membantu atau tidak, saya coba cari referensi. Setelah googling dengan kata kunci Panti Asuhan Baitul Yatim, langsung mengarah ke blog ini.

Dan setelah saya baca blog itu, ternyata nggak hanya saya yang mendapat kiriman SMS seperti itu. Sudah ada 16 orang yang juga menerima SMS dan minta konfirmasi di blog tersebut. Sebagian besar yang menerima SMS juga merasa sangsi karena setelah dicek, ada kejanggalan antara nomor rekening di SMS dengan di blog.

Nah, kalau setelah dicek dan ditelusuri ternyata permintaannya janggal seperti ini, apakah tidak sebaiknya sumbangan saya berikan kepada anak-anak yatim piatu di tempat lainnya yang jelas-jelas membutuhkan?

 

14 pemikiran pada “Apa Sebaiknya Dibantu atau Tidak ?

  1. karena maraknya sms penipuan, kita jadi sangsi ya Pak, mana yang betul-betul butuh bantuan, dan mana yang cuma tipu-tipu. Kalau ini beneran tipu-tipu rasanya kebangetan karena bawa-bawa panti asuhan.. mudah-mudahan kita semua selalu dihindarkan dari penipuan ya😀

      1. sekarang klo ngasih pengemis dijalan mulai mikir juga gara2 banyak liputan emang jadi profesi dan malah malas kerja mereka. jadi pke di’pertimbangkan’ di hati baru putusin ngasih ga yah?

      2. Saya juga mudah iba dgn pengemis yg bawa anak-anak atau yg badannya cacat. Dorongan perasaan untuk membantu terkadang mengalahkan logika apakah mereka menjadikan hal itu sbg profesi atau karena terpaksa. Memang dilematis sih.

  2. lebih baik diarahkan kepada yg terdekat dan benar2 membutuhkan..Kan sudah ada keterangan jika sedekah itu dimulai dari orang yang terdekat yaitu kerabat/keluarga, idzil qurba), wal yataama (anak2 yatim), wal masaakiin (fakir miskin)..dst…dst..

    saya ambil yg sederhana saja, setelah saya amati dan pahami ternyata orang2 yang benar2 membutuhkan itu ternyata anak-anak dan istri saya lho, mas.. hehee..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s