Yang Luar Biasa dari Warga Biasa

Di tempat kerja, ada mbak-mbak dan ibu yang setiap hari kerjanya memasak dan menghidangkan makanan untuk para karyawan. Tiap hari mereka biasa bangun jam 3 pagi untuk menyiapkan sarapan mulai jam 6-8.

Karyawan bujang lokal seperti saya, maksudnya sudah menikah tapi keluarga tidak ikut tinggal di camp biasa makannya di kantor. Bagi karyawan yang keluarganya ikut ke camp, mereka masak sendiri dan makan di rumah

Selain memasak, mbak-mbak dan ibu juru masak itu juga punya pekerjaan sampingan. Menerima cucian pakaian karyawan. Mulai dari mencuci sampai menyetrika. Ada juga karyawan yang mencuci dan menyetrika pakaiannya sendiri. Ada yang mencuci manual alias pakai tangan, ada juga yang pakai mesin cuci. Kalau saya tergolong kelompok yang menyerahkan urusan mencuci dan menyetrika pakaian ke ibu juru masak.

Tidak ada yang terasa istimewa dari kegiatan menerima cucian dan menyetrika pakaian itu. Sampai suatu saat saya kehilangan bolpoin. Saya cari-cari di rumah, di laci dan meja kantor nggak ketemu juga. Akhirnya saya pasrah, kalau hilang ya sudahlah. Nggak disangka, pada saat selesai makan malam, ada salah satu mbak yang bilang kalau cucian pakaian saya sudah siap dibawa pulang. Beberapa pakaian yang sudah rapi dimasukkan dalam tas plastik warna putih.

Setelah sampai di kamar, saya masukkan satu persatu pakaian ke lemari. Selesai memindahkan pakaian, spontan saya lihat ke dalam tas. Astaga, ternyata di dalamnya masih ada barang yang selama ini saya cari-cari: bolpoin. Nggak hanya itu, uang logam yang terbawa di saku pakaian juga dikembalikan. Langsung saya ingat, berarti ketika menyerahkan pakaian kotor waktu itu saya nggak sempat lagi periksa ada barang apa saja di dalamnya.

Rupanya barang-barang itu sudah diamankan ibu juru masak sebelum mencuci pakaian. Karena bolpoinnya masih bisa dipakai dan nggak macet. Memang, bolpoin dan uang logam itu nggak seberapa nilainya. Tapi satu hal yang bikin saya salut adalah kejujurannya. Dia nggak mau mengambil barang yang bukan kepunyaannya dan mengembalikan ke pemiliknya.

16 pemikiran pada “Yang Luar Biasa dari Warga Biasa

      1. leres, Mas…apalagi kalau jenisnya jujur kacangijo atau jujur ayam, pasti maknyusss..hehehe.. eh..itu bubur ya..?? hahaha..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s