Mensyukuri WiFi

Bagi teman-teman blogger yang sehari-hari tinggal di kota, koneksi wifi tampaknya bukan sesuatu yang susah dicari. Di mall, kampus, kantor, café mudah dijumpai orang-orang mengakses internet nir kabel atau nir modem.

Beda dengan saya yang lebih sering bekerja di pedalaman. Andalan untuk mengakses internet lebih banyak pakai modem. Apalagi di tempat kerja hanya ada satu operator telekomunikasi. Kalau jaringannya mengalami gangguan atau sinyal hilang, semua media komunikasi: SMS, telepon, internet langsung terputus.

Kendala lain kalau sedang update antivirus. Ini salah satu tugas rutin saya, tiap 3-4 hari sekali harus update ke flashdisk. Setelah itu hasilnya digunakan untuk mengupdate antivirus di 12 desktop di ruangan kerja.

Yang sering menjengkelkan kalau update sudah mencapai 50-60 % tiba-tiba koneksi putus. Terpaksa harus diulang mulai dari nol lagi. Ini jelas merugikan karena update yang sudah separuh lebih itu memotong kuota beberapa megabyte. Dan itu nggak cuma terjadi sekali. Bisa dua atau tiga kali terjadi putus-sambung koneksi. Apalagi kalau dipakai untuk download, lamanya minta ampun.

Bisanya kalau ada tugas ke luar camp, modem nggak saya bawa. Karena ada teman kerja yang menggantikan tugas untuk update antivirus. Untuk akses internet saya biasa pakai speedy yang ada di rumah. Tapi waktunya biasa malam hari, setelah anak-anak tidur. Kalau lagi di perjalanan pakai BB.

Makanya ketika rapat di Pontianak dan tahu ada koneksi wifi di kantor cabang, serasa mendapat rezeki nomplok. Karena koneksi internetnya lebih kencang daripada pakai modem atau speedy.

Semuanya berawal dari coba-coba. Pertama, saya coba untuk tes update antivirus dan berhasil. Setelah itu buka email untuk membalas surat-surat yang masuk. Juga login ke wordpress untuk lihat notifikasi. Ada yang berkomentar di postingan, saya juga coba menjawabnya. Berikutnya download bulletin, laporan dan peta-peta dari Kementerian Kehutanan. Semuanya lancar jaya.

Baru saya rasakan, ternyata koneksi pakai wifi memang mengasyikkan dan perlu disyukuri.

16 pemikiran pada “Mensyukuri WiFi

  1. Benar Pak, sy sampe mengganti koneksi di rumah dgn wifi. Jatuhnya lebih murah krn bisa dipake semua gadget dan laptop, selain itu ngga ribet nyolokin kabel atau memperpanjang langganan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s