Kena Kolesterol Tinggi (2)

Gejala pusing dan kepala terasa berat gara-gara kolesterol tinggi adalah alarm. Tubuh mengingatkan saya supaya peduli dengan alarm itu. Ibarat kita di jalan raya dan naik kendaraan, terus lampu lalu lintas menyala kuning. Pertanda kalau kita harus mengurangi kecepatan dan siap-siap berhenti.

Namun terkadang, lampu kuning malah jadi sinyal bagi sebagian pengemudi untuk siap-siap tancap gas. Ngebut dan berusaha lolos sebelum lampu berubah menjadi merah. Tindakan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Apa mereka nggak terpikir dengan keselamatan dirinya ya?

Alarm dalam di tubuh kita nggak beda jauh dengan lampu lalu lintas. Tugasnya mengingatkan si empunya badan. Setelah tahu kadar kolesterol cukup tinggi, saya mulai mengurangi jenis dan jumlah makanan. Nggak mau ambil resiko dengan pola makan seperti yang sekarang. Apalagi umur sudah lebih 40 tahun. Sudah saatnya menjaga pola makan biar tetap sehat dan panjang umur.

Perubahan memang harus dilakukan agar kadar kolesterol turun. Kalau dulu tiap hari makan telur yang diceplok atau didadar, sekarang dikurangi cukup dua kali seminggu. Gantinya lebih memilih tahu atau tempe. Daging-daging ayam potong dan daging merah juga dibatasi. Kalau bentuknya potongan daging ayam goreng atau ayam berkuah santan, cukup saya pandangi saja makanannya 😦

Tapi kalau ayam yang disuwir-suwir dibikin soto tetap saya makan. Porsi sayur dan buah hampir tiap hari saya konsumsi. Kalau nggak dimasak jadi sayur ya.. dibikin jus. Beli tomat dan wortel, setelah itu minta tolong ibu juru masak kantor untuk bikin jus.

Kalau lagi makan di kantor, menjaga disiplin untuk tidak makan berlebihan yang agak susah. Tiga kali sehari bertemu teman di ruang makan. Karena makannya ramai-ramai, sekitar 6-8 orang jadi harus bisa menahan godaan. Lihat teman makan telur dadar dengan nikmat…ya berusaha jangan sampai tergiur. Kalau pun kepingin ambil sedikit saja, untuk icip-icip. Tinggal pilih, mau makan yang enak-enak atau ingin kolesterol nggak melonjak

Semua kejadian tetap ada hikmahnya. Gara-gara kolesterol tinggi itulah, saya kini sering mencari artikel kesehatan. Cari informasi makanan apa saja yang masih boleh dikonsumsi dan harus dihindari. Dari hasi googling saya pun tahu, jenis-jenis makanan apa saja yang kadar kolesterolnya tinggi. Ini tabelnya.

Sekarang ini, dua minggu setelah menjalani perubahan pola makan, pengaruhnya sudah mulai kelihatan. Kepala nggak lagi terasa berat dan pusing. Pilih-pilih makanan dan makan dengan jumlah yang tidak berlebihan memang terbukti menyehatkan.

16 pemikiran pada “Kena Kolesterol Tinggi (2)

  1. Pak Yudi, telur ceploknya menggunakan minyak sih ya, apalagi tiap hari kebanyakan makan minyak deh😀 mungkin telurnya sesekali baiknya direbus.
    Semoga cepat turun ya pak angka kolesterolnya😉 .

    1. Benar sekali, mbak Nel. Selama ini saya sering makan yg digoreng. Telur, ikan, daging, sayur sampai kerupuk semuanya pakai minyak😦.

      Cara masak dengan direbus kayaknya lebih baik dan perlu dicoba ya. Trims banget lho tipsnya🙂

    1. dalam hal makan, kayaknya kita perlu mencontoh penduduk desa, ya mas. lebih banyak mengonsumsi makanan yg direbus dan lalapan🙂. mereka pun jarang yg kena kolesterol tinggi🙂

  2. Meski masih muda gini, saya udah punya asam urat pak hendro… Makan daging sapi sedikit aja, udah semriwing tangan saya. Sudah hampir setahun saya nggak makan daging sapi, kalo toh pingin paling saya makan bakso, paling nggak itu sudah ada campurannya. Kalo soto daging madura pak, saya udah blass nggak pernah makan. Padahal enak bangettttt…. Hiks hiks..

    Well, menjaga kesehatan itu susah memang pak. Tapi lebih susah lagi kalo jadinya malah sakit. Lekas sembuh ya Pak Yudhi…🙂

    1. kata teman yg pernah kena asam urat, sendi-sendi kaki dan pergelangan tangan rasanya kayak ditusuk jarum ya ;-(

      terus kata teman juga, waktu dia kena asam urat, selain ngurangi makan daging, dia jg rajin olahraga jalan kaki Annisa🙂

      makasih ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s