Nasihat dari Aysha

Tadi siang baru saja menemani anak-anak dan ibunya ke mall. Tujuannya sih belanja kebutuhan sehari-hari dan beli ponsel untuk Aysha.

Setelah tiba di gerai salah satu merek ponsel, saya lihat-lihat ponsel yang cocok untuk Aysha. Akhirnya dapat juga dan harganya nggak terlalu mahal. Sekitar 850 ribuan. Saya tanya Aysha apa mau dengan ponsel itu. Dia bilang mau. Syukurlah akhirnya dia bisa punya barang dari uang tabungannya sendiri.

Anak-anak selama ini kalau mau beli barang tertentu memang pakai uang tabungannya. Sama juga ketika Nadia, kakaknya Aysha yang kelas 10 waktu beli laptop dan ponsel, juga pakai uang tabungannya. Kalau uangnya nggak cukup, baru saya tambahi.

Sambil ponsel yang sudah dibeli itu dicoba, saya lihat-lihat ponsel lain yang layarnya lebih lebar. Cukup canggih juga fiturnya, ada yang pakai sistem pengamanan bukan dengan password. Tapi dengan sidik jari. Ada juga yang kameranya sampai 16 pixel plus tahan debu dan air. Tapi waktu lihat harganya, nggak tahan deh mahalnya.

Karena asyiknya lihat-lihat dan mencoba, nggak disangka kalau Aysha mengamati apa yang saya lakukan. Melihat saya tertarik dan berlama-lama membuka fitur-fiturnya, dia bilang,”Nggak usah beli ponsel lagi, Pa. Papa kan udah punya BB”.

Saya nggak menyangka kalau anak kedua yang baru kelas 7 itu bisa bilang seperti itu. Kritis sekaligus bernada menasihati. Dalam hati saya bilang, lha yang mencari duit itu saya kok malah dia yang melarang saya beli barang.

Tapi setelah dipikir-pikir, ada benarnya juga omongannya. Bisa jadi saya diingatkan supaya membeli barang sesuai keperluan, bukan hanya karena ingin. Kalau sudah punya barang yang fungsinya kurang lebih sama, kenapa harus beli lagi?

Benar juga ya, Nasihat memang bisa datang dari siapa saja. Termasuk dari anak-anak kita.

Iklan

12 pemikiran pada “Nasihat dari Aysha

  1. Kadang emang agak gimana gitu ya Pak kalo harus menerima nasehat dari orang yang lebih muda, apalagi anak-anak.
    Tapi Aysha bener juga lho pak.. Hape itu kan yang penting bisa dipake komunikasi, bukan bagus atau ndak nya.. hehe. Aysha emang pinter πŸ™‚

  2. Kalau anak komentar semacam nasihat semacam itu, dan kita merasa nasihatnya itu benar, akhirnya gak bisa ngomong apa2. Paling kita cuman bisa tersenyum πŸ™‚

  3. Papa Aisha bijak menanggapi . Beruntung itu Aysha punya papa kayak Pak Yudhi . Pak Yudhi beruntung pula punya putri yang cerdas. Lama saya nggak nongol . Salam dari Solo. πŸ™‚

    1. Makasih, Zaki. Sebagai ortu memang pada saat tertentu saya harus bisa menerima pendapat anak2 sepanjang hal itu logis. Kemana aja nih kok lama nggak nongol? πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s