Buka Puasa di Bis dan Sahur Jam 23.15

Berpuasa saat dalam perjalanan memang menyisakan beberapa kenangan. Mulai bekal makan malam yang perlu dibawa sebab bis berangkat jam 19.00 sampai sahur yang terlalu awal karena bis hanya sekali singgah di rumah makan.

Sebenarnya kalau kita dalam perjalanan yang jaraknya lebih dari 80 km, diberikan keringanan (rukhsoh) untuk tidak berpuasa. Tapi kalau dipikir-pikir rasanya sayang juga satu hari puasanya bolong gara-gara bepergian. Apalagi saat ini sarana transportasi begitu mudah dan nyaman. Jadi nggak salah juga kalau ada orang yang berpuasa meskipun statusnya dalam perjalanan. Semuanya dikembalikan ke niat masing-masing orang.

Ini yang saya alami beberapa hari lalu ketika ada tugas ke Pontianak. Berangkat dari camp jam 5 pagi ke Nanga Pinoh dengan tiga teman kerja. Sampai Pinoh terus naik bis antar kota yang berangkatnya jam 9 pagi. Sebelum ke terminal saya sempatkan belanja snack dan minuman karena diperkirakan buka puasanya di dalam bis.

Dugaan saya benar, satu jam sebelum tiba di Pontianak ketika bis memasuki daerah Ambawang adzan Maghrib berkumandang. Bis melaju pelan dan kami pun berbuka puasa. Beberapa teguk air minuman dan kurma saya nikmati untuk berbuka puasa. Perjalanan sekitar 10 jam itu rasanya tidak terlalu berat meskipun kami dan penumpang lainnya berpuasa.

Pengalaman yang nggak terlupakan ketika pulang kembali ke Nanga Pinoh. Beda dengan waktu berangkat yang naik bis pagi, pulangnya ke Pinoh naik bis malam. Sempat berbuka puasa dan sholat maghrib serta sekalian dijamak dengan Isya di rumah terus berangkat ke agen bis. Cuaca saat itu baru saja hujan lebat sehingga beberapa ruas jalan tergenang.

Sampai di agen, ternyata bis belum datang. Bis baru berangkat jam 19.15 dan berhenti di rumah makan di Sosok jam 23.15 WIB. Meski belum waktunya sahur, tapi waktu itu saya ikut turun dari bis untuk makan. Makan sahur yang terlalu awal. Padahal waktu bis berangkat saya baru saja menyantap bekal yang disiapkan istri.

Kalau waktu itu ketiduran dalam bis mungkin saya nggak sahur, karena bis langsung meluncur ke Pinoh tanpa singgah-singgah lagi. Di perjalanan, sebelum Imsak saya sempatkan makan buah jeruk, roti dan minum secukupnya. Sampai di terminal bis Pinoh, saat itu waktu subuh telah datang. Menjalani puasa dalam perjalanan memang perlu persiapan dan penuh kenangan.

Iklan

12 pemikiran pada “Buka Puasa di Bis dan Sahur Jam 23.15

  1. ada pengalaman saya beberapa hari lalu yg hampir mirip (tp mirip2 jauh..hahaa), ktk dlm perjlnan ke Balai berkuak menggunakan sepeda motor, dr rumah puasa, sampai setengah perjalanan udah ‘nggak mampu’ (nggak mampu nahan nafsu), cuaca panas jalanan berdebu, perjalanan lebh 200 km dng motor benar2 mnguras tenaga..akhire yo ming mokel neng dalan..
    yg begitu termasuk dpat rukhsoh nggak ya Mas..??

    1. Kalau kasus yg spt itu, demi keselamatan jiwa daripada semaput ning ndalan, sepengetahuan saya sih termasuk dpt rukhsoh. Tapi di hari lain perlu diganti puasanya, bro

      1. iya,Mas. kalau bolong puasa tetap harus meng-qodho lain hari..

        wah, salut nih sama pengetahuan agamanya Mas Hendro..jadi semakin ingin kopdar..

      2. seujung kuku itu udah banyak lho,Mas. saya malah baru seujungnya ujung rambut yg pecah2..wee kadang wis koyo yak yak’o dewe..padahal yo babarblas ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s