Ibu yang Merapikan Sandal di Masjid

IMG01929-20140813-1257

Di masjid Mujahidin Pontianak, ada seorang ibu yang kerjaannya merapikan sandal dan sepatu orang-orang yang sedang shalat.

Setiap ada orang yang melepas sepatu/sandal dan meletakkannya sembarangan, ibu itu langsung mengambil dan menyusunnya berjejer rapi. Posisinya menghadap ke belakang. Jadi sehabis sholat dan keluar masjid, orang-orang nggak harus mencari-cari sandal/sepatunya yang berserakan. Tapi sudah tersusun apik dan bisa cepat tahu miliknya, terus dipakai tanpa harus memutar badan.

Masih di masjid yang sama, sekitar 50 m dari tempat ibu yang merapikan sandal tadi ada juga seorang ibu yang duduk berpayung. Dia kerjaannya meminta-minta. Menunggu belas kasihan orang-orang yang lewat di depannya.

Saya perhatikan, ternyata banyak orang-orang yang selesai sholat justru tergerak memberikan tips untuk ibu yang merapikan sandal/sepatu. Hampir nggak ada jamaah yang berhenti sejenak di depan ibu pengemis dan memberikan uang.

Dan setelah menerima tips, ibu itu mengucap syukur dan menempelkan lembaran rupiah ke dahinya.

Ternyata, usaha ibu itu lebih dihargai oleh hampir setipa orang yang selesai sholat di masjid. Tanpa ibu itu meminta ongkos menata dan merapikan sandal/sepatu, jamaah terlihat ikhlas merogoh kocek dan menyerahkannya ke ibu atau anak yang dibawanya.

Satu pelajaran saya dapatkan. Sebuah kejadian yang membuat saya berpikir. Bahwa bekerja untuk merapikan sandal adalah jalan terbukanya rejeki untuk si ibu itu. Dan berusaha memudahkan urusan orang lain ternyata lebih menarik simpati jamaah untuk memberikan lembaran rupiah daripada hanya bekerja meminta-minta.

Iklan

12 pemikiran pada “Ibu yang Merapikan Sandal di Masjid

  1. like it banget. Suka deh ama paragraf penutupnya, subhanallah….Menginspirasi. Semoga semakin diberi kemudahan-Nya kepada si ibu tadi.

    1. Makasih, mbak Ina. Saya juga terinspirasi oleh apa yang dikerjakan ibu itu. Pekerjannya kelihatannya sepele, merapikan sandal/sepatu. Namun karena dilakukan sungguh-sungguh, hal itu menjadi jalan terbukanya pintu rejeki baginya.

    1. Sependapat, Annisa. Saya juga salut dengan pilihan ibu itu yg tidak tergoda menjadi peminta-minta dan memilih pekerjaan mulia: merapikan sandal/sepatu jamaah. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s