Menjadi Inspektur Upacara HUT RI ke-69

Jadi Irupfoto: Taufik Prihartanto

Tahun ini saya kebagian tugas lagi menjadi Inspektur Upacara memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-69. Bertugas dua kali sebagai Inspektur Upacara. Pagi hari saat upacara pengibaran bendera dan sore hari waktu penurunan bendera. Terakhir kali lima tahun lalu saya menjalankan tugas yang sama. Tugas menjadi Inspektur Upacara bendera memang tidak lama. Hanya sekitar 40 menit. Tapi persiapan dan latihannya bisa lebih dari 1 jam dan berulang-ulang.

Pada saat latihan dan gladi resik memang tidak banyak peserta upacara yang ikut. Hanya petugas upacara, mulai dari pasukan pengibar bendera, komandan upacara dan komandan pasukan plus anggota paduan suara.

Meski belum diikuti peserta upacara dan nggak dilihat banyak orang, tapi tetap saja ada kesalahan dalam latihan. Pembawa acara yang lupa tidak menyebutkan pembacaan teks Pancasila, juga saya yang ambil langkah balik kiri dan bukan balik kanan waktu meninggalkan lapangan upacara.

Namun itulah gunanya latihan. Kesalahan-kesalahan yang terjadi justru berguna untuk dievaluasi dan diharapkan tidak berulang saat hari H. Karena upacara bendera adalah pekerjaan tim, kesalahan kecil yang dilakukan salah satu petugas dapat mempengaruhi performa petugas yang lainnya dan berpotensi merusak jalannya upacara.

Oleh karena itu, selesai latihan petugas dari kepolisian yang melatih langsung mengoreksi. Perbaikan dilakukan saat itu juga. Tidak ditunda-tunda. Bahkan saya yang balik kiri waktu upacara selesai juga langsung dikoreksi.

“Tadi bapak ambil langkah balik kiri, harusnya balik kanan. Nanti bisa diketawain peserta upacara, Pak,”tegur petugas yang mengawasi jalannya upacara. Langsung dia memberi contoh bagaimana gerakan balik kanan dilakukan. Kaki kiri melangkah ke depan, kemudian badan memutar 180 derajat. Saya pun mencoba melakukannya beberapa kali.

“Spektakuler. Nggak ada kesalahan yang dibuat petugas upacara”, kata penanggungjawab upacara dari bagian umum dan humas ketika makan malam tanggal 17 Agustus.

Alhamdulillah. Semuanya saat itu fokus dan menjalankan tugas dengan baik. Namun ada satu cerita yang bikin saya tersenyum simpul. Selesai upacara pengibaran bendera ketika di mobil dalam perjalanan pulang, rekan kerja yang ikut upacara bilang,”Tadi di lapangan orang-orang bilang Inspektur Upacaranya mirip Jokowi”. Hah, apa benar saya mirip Jokowi?

Merdeka!!!

Iklan

13 pemikiran pada “Menjadi Inspektur Upacara HUT RI ke-69

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s