Sempatkanlah untuk Sholat Dhuha

Setelah sholat tahajud, sholat sunah yang sangat dianjurkan dilakukan adalah sholat dhuha. Hambatan paling besar melaksanakan sholat tahajud adalah menyempatkan waktu untuk bangun dini hari. Waktu asyik-asyiknya untuk tidur nyenyak. Ini bukan pekerjaan mudah. Apalagi bagi orang yang sering tidur larut malam. Meski sudah pasang alarm bisa saja dia bangun. Tapi bangun untuk mematikan alarm, kembali berbaring di ranjang dan akhirnya tertidur.

Berbeda dengan sholat tahajud yang dilakukan ketika dini hari. Sholat dhuha justru dilakukan ketika kita sedang bersiap-siap untuk memulai aktivitas di pagi hari. Ketika matahari telah terbit sepenggalah atau sekitar jam 7 pagi hingga menjelang waktu zhuhur. Namun waktu yang paling afdol adalah antara jam 7 – 9 pagi.

Biasanya saat itu kita sedang bersiap-siap belajar di sekolah, kuliah di kampus, bekerja di kantor ataupun berada dalam perjalanan. Tantangannya adalah dapatkah kita menyempatkan diri menyediakan waktu sejenak untuk sholat dhuha? Harusnya bisa kita lakukan. Karena sholat dhuha dapat dikerjakan 2 rakaat dan ini memerlukan waktu hanya 5-10 menit. Jika waktunya senggang jumlah rakaatnya bisa ditambah menjadi 4, 6, 8, 10 rakaat atau 12 rakaat.

Biasanya saya sempatkan untuk sholat dhuha 4 rakaat. Pertama 2 rakaat diakhiri salam dan dilanjutkan 2 rakaat lagi. Karena jam masuk kerja di tempat tugas agak pagi yaitu jam 6.15 pagi, biasanya sholat dhuha saya lakukan setelah sarapan, sekitar jam 7 pagi.

Bagi yang masuk kerja jam 8 pagi, ada banyak kesempatan dan waktu untuk melaksanakan sholat dhuha. Bisa saja ketika di rumah sebelum berangkat kerja, menyempatkan diri untuk sholat dua rakaat dhuha. Atau bila jarak antara rumah dan tempat kerja cukup jauh, sehingga harus berangkat dari rumah jam 5 pagi, sholat dhuha bisa dikerjakan di musholla atau masjid di tempat kerja.

Buat yang kuliah, sholat dhuha bisa dilakukan saat menunggu waktu kuliah tiba. Bahkan waktunya lebih longgar daripada karyawan atau pekerja. Untuk yang berada dalam perjalanan misalkan di bandara, saat delay pesawat di pagi hari bisa saja dimanfaatkan untuk sejenak dhuha. Daripada waktu dihabiskan hanya untuk menggerutu atau ngomel.

Hanya saja kalau kita mengerjakan sholat dhuha di tempat kerja, pandai-pandailah mengatur waktu. Terutama sebagai karyawan yang tugas utamanya melayani masyarakat. Jangan sampai karena sholat dhuha, pelanggan, klien atau nasabah harus menunggu lama karena tidak ada yang melayani. Waktunya bisa saja diatur bergantian dengan teman kerja. Dan setelah selesai mengerjakan segera kembali ke tempat tugas dan tidak berlama-lama di musholla atau masjid.

Apa sebenarnya manfaat mengerjakan sholat dhuha? Dalam salah satu hadits Nabi disebutkan bahwa bila kita mengerjakan dua rakaat sholat dhuha, maka Allah akan menjamin rezeki kita dari pagi hingga sore hari. Dan saya mengartikan rezeki itu dalam arti yang luas. Tidak hanya berupa uang. Shalat dhuha juga merupakan ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Diberikan badan yang sehat, terhindar dari malapetaka, dipermudah urusan dan memperoleh jalan keluar yang tidak diduga-duga adalah juga rezeki yang diberikan Allah SWT. Dan semua itu perlu kita syukuri.

Ada satu kejadian menarik ketika beberapa hari lalu saya ingin bertemu teman kerja, katakanlah berinisial P. Dia bertugas di tempat lain yang berjarak 20 km. Pagi hari saat masuk kerja, saya berharap hari itu dia akan datang ke tempat kerja saya karena ada satu pesan yang harus saya sampaikan.

Saya coba telepon tapi HPnya tidak aktif. Akhirnya keinginan itu saya ucapkan dalam hati. Selesai sarapan saya sempatkan untuk sholat dhuha 4 rakaat di kamar mess karyawan. Subhanallah, tanpa saya duga ketika menjelang siang hari dia datang. Pesan untuknya akhirnya bisa saya sampaikan pada hari itu juga.

Bisa jadi, salah satu kemudahan dalam urusan pekerjaan seperti itu adalah pertolongan Allah. Dan hal itu Insya Allah akan datang bila kita membiasakan diri mengerjakan sholat dhuha.

Kalau direnungkan terkadang ironis ya. Kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam menemui klien, pelanggan atau mitra kerja. Berjam-jam menunggu pesawat yang delay atau berinteraksi di media sosial. Chating, update status, balas komentar kawan atau browsing di dunia maya. Namun sayangnya,  kita terkadang nggak sempat meski hanya 10 atau 15 menit berinteraksi dengan Yang Maha Kuasa lewat sholat dhuha.

7 pemikiran pada “Sempatkanlah untuk Sholat Dhuha

  1. Saya sedang berusaha untuk bisa sholat dhuha. Mengerjakan secara rutin memang berat bagi pemula seperti saya. Beberapa kisah sukses yang saya baca pelakunya melaksanakan sholat dhuha secara rutin, seperti Sandiaga Uno.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s