Orang-orang yang Menunggu

IMG01928-20140813-1225

Pernah kan lihat orang-orang yang sedang menunggu? Apalagi menunggu sambil nggak ngapa-ngapain? Apa yang mereka lakukan? Biasanya kalau nggak ada yang dikerjakan, saat kita menatap mereka sejenak, mereka juga akan balas menatap. Contohnya ya seperti gambar di atas. Orang-orang yang hanya menunggu dan berpangku tangan. Tanpa berbuat sesuatu.

Gambar di atas yang saya jepret ketika selesai mengantar bekal makan siang anak-anak di sekolah. Setelah ke SMAnya Nadia dan nitip bekal ke guru piket, saya dan istri terus ke sekolah dua anak yang masih SD. Jaman sekarang kalau anak SMA masih diantarin bekal makan siang, mungkin udah jarang kali ya. 🙂

Dan waktu di SD, sebelum pulang sekalian lewat gedung SMP  yang satu lokasi yang baru selesai dibangun. Akhirnya dapatlah poster yang digantung di plafon depan ruang kelas.

Nampaknya pesan poster itu tak hanya ditujukan untuk murid-murid, juga guru-guru dan pengurus sekolah supaya memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan melakukan sesuatu. Jangan hanya bengong dan membuang-buang waktu. Dan pesan yang lebih penting adalah jangan menunggu waktu yang tepat untuk berbuat sesuatu. Jangan menunggu mau ulangan baru belajar. Jangan menunggu mengerjakan PR setelah tahu besok harus dikumpulkan. Jangan menunggu siswa-siswa protes dulu baru mengajarnya lebih disiplin.

Dalam pengertian yang lebih luas, kalimat di atas bisa berlaku untuk kita juga. Jangan menunggu dapat ide yang bagus baru menulis. Tuliskan saja apa yang sedang dipikirkan saat ini. Jangan menunggu hingga kaya untuk bersedekah. Berikan saja saat ini seberapa yang kita punya. Jangan menunggu orang lain berbuat baik dulu pada kita, baru kita mau berbuat baik. Jangan menunggu dikoreksi orang lain dulu baru mau berubah. Jangan menunggu disuruh dulu baru bertindak.

Lebih baik berinisiatif melakukan sesuatu dalam kondisi apapun. Seperti pesannya pak Mario Teguh, “Bersikap dan berbuatlah sebaik-baiknya dalam seburuk-buruknya keadaan”. Karena tidak akan datang waktu yang tepat jika hanya menunggu dan berpangku tangan. Nggak hanya itu, kesan orang lain yang melihat jadi negatip. Beda dengan mereka yang menunggu sambil mengerjakan sesuatu. Membaca, belajar hal baru, menolong orang lain atau berdzikir adalah lebih baik daripada duduk berpangku tangan. Orang-orang yang menunggu sambil berbuat sesuatu akan terlihat lebih punya nilai. Kita pun yang melihatnya nggak merasa suntuk dan gemas.

Memang ada pilihan di saat menunggu. Berbuat sesuatu atau tidak berbuat apa pun alias berpangku tangan. Dan diri kita sendirilah yang memutuskannya.

 

Iklan

2 pemikiran pada “Orang-orang yang Menunggu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s