Terbang ke Palangkaraya

Setelah satu tahun, akhirnya dapat kesempatan lagi ke bandara. Nggak cuma lihat-lihat, tapi sekalian terbang dari Pontianak ke Palangkaraya via Jakarta. Ada tugas dari kantor untuk mengikuti sosialisasi peraturan terbaru dari Kemenhut. Juga kendala dan permasalahan jika aturan baru itu dilaksanakan di lapangan.

Terakhir kali terbang akhir Agustus tahun lalu waktu pulang ke Jogja. Itu pun setelah ada kepastian pengalihan tiket dari Batavia ke Express Air.

Kali ini merasakan pengalaman lain naik Lion Air. Bagi yang hobi ngemil dan nggak tahan lapar, kalau mau naik Lion Air baiknya bawa cemilan. Karena di pesawat ini nggak nyediain snack dan minuman secara gratis. Tapi kalau mau beli di dalam pesawat ya silakan.

Untungnya sebelum ke bandara, jam 5.15 sudah sarapan nasi goreng di rumah buatan istri. Selesai sarapan jam 5.30 terus meluncur ke bandara. Taksi avanza yang dipesan rupanya sudah stand by di depan rumah. Berangkat pagi-pagi karena pesawat take off 07.10.

Tiba di bandara rupanya dua teman dari camp sudah datang duluan. Janjian ketemuan sih jam 6. Pagi. Rupanya setengah jam sebelumnya mereka sudah di berdiri di depan ruang keberangkatan. Syukurlah bukan saya yang menunggu mereka hehehe. Kami bertiga langsung masuk ke ruang check in dan ternyata konter Lion Air masih sepi. Dapat antrian nomor tiga.

Waktu orang kedua check in inilah ada kejadian lucu. Seorang bapak di depan saya kelihatan bingung dan bertanya,”Lihat kardus punya saya nggak?” Saya balik tanya,”Lho, tadi diletakkan di mana, pak?” Sambil check in, dia mencari-cari kardusnya di sekeliling tempatnya berdiri. Nggak ketemu juga.

Petugas chek in pun sempat bilang,”Apa terbawa masuk ke bagasi?” Akhirnya bapak itu pun masuk ke tempat timbangan bagasi barang dan mencari-cari kardusnya. Giliran saya yang check in dan saya serahkan tiket plus KTP.

Seumur-umur, baru kali ini saya lihat ada penumpang kehilangan barang bawaan di ruang chek in. Dan mencarinya sampai ke tempat kerja petugas check in. Rupanya nggak ketemu juga.

Saya pun setelah dapat boarding pass terus mengajak teman-teman antri bayar pajak PSC dan masuk ruang boarding. Moga-moga ketemu deh, pak, barang bawaannya.

Iklan

14 pemikiran pada “Terbang ke Palangkaraya

      1. Bisa jadi jumlah penumpang rute ponti-palangka nggak sebanyak ponti-jakarta atau jakarta-palangka.

        Jadi pemasukan dari tiket ponti-palangka nggak cukup menutup biaya operasional maskapai. Kecuali ada subsidi.

  1. Lion adalah maskapai yg banyak catatan wanprestasi pak buat saya selain delaynya yg keseringan, salahsatunya cerita berikut:
    Semua penumpang dipersilahkan naik pesawat,keluar garbarata, diangkut menggunakan bus menuju lokasi pesawat, tanpa diduga bis kembali lagi dan penumpang dipersilahkan kembali ke ruang tunggu. Setelah didesak kenapa harus balik lagi, ternyata peswata belum siap. Hadeuh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s