Demi Seporsi Ketupat Kandangan

IMG01965-20140912-0711

“Akhirnya kesampaian juga pak Yudhi makan ketupat kandangan”komentar seorang teman.

Seporsi makanan khas Banjar yang kami nikmati di warung H. Idah ketika hari kedua di Palangkaraya. Makanannya sih sederhana. Potongan ketupat ukuran besar dari beras tanpa campuran ketan. Ditambah kuah santan, lauk ikan haruan yg diasap dan ditaburi bawang goreng. Lauknya inilah yang membedakan dengan ketupat yang biasa disantap ketika lebaran Idul Fitri.

Demi seporsi ketupat kandangan ini, saya dan dua orang teman akhirnya nggak merasakan menu sarapan di Swiss Bell Hotel International Danum. Kalau dipikir-pikir, memang lebih enak sarapan di hotel. Menunya macam-macam dan bisa memilih sesuka hati. Restorannya juga nyaman. Berada di tepi taman dan kolam renang. Makanya, dua orang teman memilih sarapan di hotel daripada ikut menikmati ketupat kandangan. “Banyak santannya”katanya. Mungkin takut kolesterolnya naik kali ya.

Namun karena terlanjur janji dengan teman yang tinggal di Palangkaraya, rencana sarapan di hotel lima bintang itu nggak jadi . Apalagi teman itu membawa sendiri mobilnya dan menjemput kami di hotel. Rasanya nggak enak hati kalau dia sudah datang ke hotel, tiba-tiba agenda makan ketupat kandangan dibatalkan.

Berangkat dari hotel jam 06.45 WIB, kami berempat langsung meluncur ke kota menuju warung ketupat kandangan. Lumayan, masih ada waktu satu jam lima belas menit sebelum acara dimulai. Rupanya letak warung makan itu nggak jauh dari rumah makan spesialis ikan bakar Al Mu’minun yang sehari sebelumnya kami makan siang di situ.

Tiga orang selesai makan duluan. Selesai menikmati seporsi ketupat kandangan dan segelas teh manis hangat, saya bergegas ke depan. Saya terkejut ketika tanya ke ibu yang meracik ketupat kandangan,”Berapa semuanya?”.  Dengan logat Banjarnya ibu itu menjawab,” Sudah dibayar sama bapak itu”.

Alamak, baik benar kawan satu ini. Sudah menjemput di hotel, menyetir sendiri mobilnya dan membawa kami makan ketupat kandangan, masih pula dia yang membayari kami bertiga.

Iklan

2 pemikiran pada “Demi Seporsi Ketupat Kandangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s