Melebihi Ekspetasi

“Mau kirim apa, Pak?”tanya ibu yang melihat saya memarkir motor di depan toko sembakonya.

“Kirim dokumen, Bu” ujar saya ragu-ragu karena di depan tokonya ada plang JNE tapi kok nggak ada konternya.

“Sebentar, Pak, saya kasih tau anak saya dulu”kata suaminya kemudian buru-buru membuka pintu garasi di samping tokonya.

Rupanya garasi mobil itu juga digunakan sebagai ruangan jasa pengiriman dokumen dan barang. Setelah memberitahu anaknya, bapak pemilik toko itu mengeluarkan ertiga abu-abu dari garasi. Dia juga membantu mengambil kursi dan menata meja panjang yang digunakan anaknya bekerja. Galon-balon air mineral terlihat di sebelah kanan. Rak-rak bertingkat tempat menyimpan barang menempel di dinding kiri.

“Buka usaha baru ya, Pak”tanya saya sambil melihat-lihat ruangan.

“Usaha ini anak saya yang kerjakan, saya cuma mendukung saja” kata sang bapak. Abangnya di Jakarta buka usaha juga seperti ini.

Tak lama, sang anak perempuan muncul dari dalam dan menghitung biaya pengiriman yang harus saya bayar. Setelah saya cek resinya, 38 ribu rupiah untuk biaya kirim dokumen ke Palangkaraya.

Obrolan di pagi hari itu menyadarkan saya tentang pentingnya melayani konsumen melebihi ekspetasinya. Keinginan untuk memudahkan dan memperlancar urusan orang lain. Semangat dan keinginan seperti itu yang menjadikan nilai plus sebuah usaha.

Awal ceritanya setelah mengantar anak-anak ke sekolah, sekitar jam 7 pagi saya mampir ke agen pengiriman dokumen. Memenuhi pesan SMS teman yang sedang diklat di Palangkaraya, tapi persyaratannya kurang dan harus disusulkan.

Keraguan saya muncul apakah pagi itu agen jasa pengiriman sudah buka? Tapi saya sudah berniat kalau belum buka ya ditunggu. Karena biasanya agen baru buka jam 8 pagi. Ternyata dugaan saya meleset. Dengan bantuan sang ibu dan bapaknya, anaknya yang juga guru bahasa Inggris itu mau melayani lebih awal dan langsung memproses apa yang menjadi keperluan saya. Tanpa saya dibiarkan menunggu hingga jam kerja dimulai. Rasanya dua jempol layak diberikan untuk model pelayanan seperti ini.

Karena pelayanan yang melebihi ekspetasi itulah, akhirnya waktu kirim barang dan dokumen berikutnya ke Jogja, saya kembali lagi ke agen itu. Apalagi ibunya bilang, “Kalau tokonya belum buka, barang yang mau dikirim bisa nitip ke saya dulu, pak. Nanti sore waktu bapak pulang kerja baru dibayar”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s