Merancang Workshop Metode Riset via Internet

Bisa jadi ini adalah salah satu keajaiban internet. Meski hanya komunikasi via email dan bertemu hanya sekali, akhirnya acara workshop metode riset di hutan tropis ini terselenggara juga. Setahu saya, biasanya kalau mau mengadakan worshop, simposium, seminar dll, harus bertemu beberapa kali, meeting tak hanya sekali untuk lancarnya sebuah acara.

Namun workshop yang diadakan di camp ini tidak seperti itu. Dengan bantuan internet, pembahasan skedul workshop, penyiapan materi bisa dilakukan dengan saling berkirim email. Saya yang bekerja dan tinggal di hutan bisa balas-balasan email dengan dua orang pemberi materi yang bekerja di Pontianak dan di Florida.

Sebuah workshop yang ditujukan terutama bagi praktisi di lapangan hasil kerjasama tiga pihak: perguruan tinggi dan perusahaan di Indonesia dan perguruan tinggi di Amerika.

Workshop yang bertujuan agar para praktisi yang bekerja di hutan mampu melakukan pengamatan-pengamatan sederhana dalam pekerjaan mereka. Membuat hipotesa atau dugaan sementara, mendapatkan data di lapangan, menganalisis data dan membuat sebuah paper yang akan dipublikasikan di jurnal.

Baru saya tahu dari salah satu pemberi materi yang sedang menempuh studi doktoral di University of Florida, bahwa meneliti tidak hanya tugas seorang akademisi atau peneliti. Di Amerika, karyawan pun dapat melakukan riset yang disesuaikan dengan kebutuhan tempat dia bekerja. Dan ini akan lebih bermanfaat langsung bagi perusahaan atau instansinya.

Berbeda dengan peneliti dari luar yang bukan praktisi atau pekerja. Mereka cenderung melakukan riset sesuai kebutuhan dan agenda mereka yang belum tentu diperlukan oleh perusahaan atau sebuah instansi. Keterlibatan karyawan pun sebatas membantu mengambil data atau kalau tidak sekadar bantu-bantu bawa barang sang peneliti.

Hal seperti itu yang tidak diinginkan pemberi materi dari University of Florida. Yang lebih tahu dan merasakan manfaat penelitian hutan tropis seharusnya adalah hutan dan peneliti dari negeri tersebut. Bukan orang luar yang justru lebih mendapatkan manfaat.

Kelebihan seorang peneliti yang berlatar belakang praktisi adalah dia dapat langsung mengetahui apa gejala atau fakta yang dilihat sehari-hari. Seperti kalau di hutan tropis, pohon yang ditanam dalam sebuah jalur cenderung tidak memiliki akar banir atau akar papan, sementara pohon yang tumbuh alami cenderung berbanir.

Ini adalah sebuah fakta yang dapat diteliti dan dipublikasikan. Jika memang trendnya seperti itu, pohon yg ditanam pada ukuran diameter batang yang sama volumenya akan lebih banyak dimanfaatkan daripada pohon yang tumbuh dari alam. Karena pada pohon alam, akar banir itu harus dipotong menjadi limbah.

Prinsipnya adalah bagaimana dasar metode riset itu bisa dikuasai oleh para praktisi. Mulai dari membuat sebuah hipotesis atau dugaan sementara, pengambilan sampel, analisis statistik hingga menyusun hasil riset.

Iklan

4 pemikiran pada “Merancang Workshop Metode Riset via Internet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s