Di sini panggil PAK, di sana langsung panggil NAMA

Kalau di sekolah atau kuliah biasanya kita memanggil nama guru atau dosen yang lebih tua dengan sebutan Pak atau Bu. Dalam bekerja, kadang-kadang karena jabatan yang lebih tinggi, orang yang lebih muda pun bisa juga kita panggil Pak atau Bu. Sebutan itu secara formal sebagai bentuk rasa hormat kita kepada mereka.

Lain negara lain budaya. Lain negara lain pula cara mahasiswa memanggil dosennya. Waktu kunjungan peneliti dari Jepang dan Amerika ke camp, saya lihat ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia.

Kalau mahasiswa dari Jepang biasanya memanggil dosennya termasuk yang sudah bergelar profesor dengan sebutan Sensei. Sikap mahasiswa dengan dosennya juga hormat banget.

Beda lagi dengan profesor dari Florida AS yang memberi materi workshop metode riset. Mahasiswa S3-nya yang ikut sebagai pembicara biasa saja memanggil namanya langsung. Nggak perlu pakai Prof, Mister atau Sir. Padahal si mahasiswa yang dari Indonesia ini lebih muda lho. Tapi bagi keduanya sih nggak masalah. Profesor yang dipanggil namanya langsung juga nggak merasa nggak dihormati.

Cuma saya sendiri saja yang agak rikuh waktu memanggil sang profesor ini. Mau langsung panggil namanya juga, kalau orang Jawa bilang itu njangkar🙂 . Mungkin kalau hal itu terjadi di Amerika sana, kayaknya sih no problem. Terus mau panggil Prof kayaknya kok formal banget. Akhirnya ambil jalan tengah, saya panggil Pak saja.

27 pemikiran pada “Di sini panggil PAK, di sana langsung panggil NAMA

  1. Budaya barat memang seperti itu ya mas.
    Bahkan kalau nonton Parenthood, anak aja manggil nama orangtua langsung. bukan bapak dan ibu.

    Dan pas di Liberia juga seperti itu. Semua panggil nama langsung. Tapi ya karena tak biasa, masih saya pakai pak or bu juga (beberapa sih – terutama yang dari asia).

    1. Cerita teman, ada juga teman bulenya yg heran waktu di tanah air dia nggak langsung sebut nama orangtua tapi bilang itu Papanya A atau Mamanya B. Yg dipanggil bukan nama Pak C atau Ibu D, tapi malah merujuk pada nama anaknya.🙂

  2. Lain lubuk lain ikannya, disitu bumi dipijak maka disitu langit dijunjung. Mungkin masalah budaya pak. Saya aja panggil anda pak. Nggak mungkin panggil nama langsung. Hehehehehehe…..!!!!! Bisa kualat

  3. Saya pribadi juga merasa rikuh bila memanggil guru atau professor langsung dengan namanya. Walaupun di negaranya budayanya memang gitu. Senagai orang Jawa memang kita lebih ada tata krama ya Mas. Orang Indonesia juga.

    1. Pengaruh adat atau budaya timur ya, Mas. Bukan cuma orang Jawa saja sih. Kalau untuk menghormati yang lebih tua biasanya kita panggil dgn sebutan Bang, Kang, Aa, Uda, Kak….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s