Beda Usia, Beda Pula Kegiatannya

Agak susah juga mengatur waktu liburan buat keluarga yang punya anak SD, SMP dan SMA. Contohnya ya seperti saya ini. Anak-anak cowok yang masih SD, Andra dan Nabil maunya liburan akhir tahun ini bisa main ke camp. Bagi mereka ke camp itu menyenangkan karena bisa main sepuas hati. Ngasih makan ikan, mencari ikan atau kepiting di parit, berennang di sungai, meluncur di taman pakai triplek sampai berlari-lari mengusir ayam yang ada di halaman.

Tapi bagi kakaknya yang sulung, Nadia, liburan ini dia dan teman-temannya yang anggota Paskib punya agenda sendiri. Mengikuti Kemah Wisata. Kalau kakaknya yang kedua Aysha yang saya dengar dari ibunya sih belum ada rencana. Mungkin akan ikut juga liburan di camp.

Dulu waktu masih anak-anak, Nadia memang sering juga ke camp waktu liburan. Untuk liburan akhir Desember ini, saya bilang nanti ke campnya menyusul saja setelah acara Kemah Wisata selesai. Cuma saya belum tahu gimana tanggapannya. Apakah ikut juga ke camp atau nggak. Saya nggak bisa lagi memaksakan kehendak dan bilang, “Kamu harus ikut ke camp”.

Memasuki masa remaja seperti Nadia, kegiatan bersama teman-teman Paskibnya kayaknya lebih diprioritaskan daripada berlibur bersama keluarga. Kalau adik-adiknya sih senang diajak jalan-jalan.

Nggak hanya itu, di Pontianak saja kalau saya ajak ke mall atau toko buku, dia lebih sering memilih tinggal di rumah. Mengerjakan tugas sekolah. Kadang-kadang saya merasa kasihan juga melihat kegiatannya. Nggak kalah dengan orang kerja. Pagi jam setengah tujuh sudah berangkat. Siang setelah pulang sekolah masih latihan Paskib. Malamnya masih mengerjakan tugas sampai jam 11 malam.

Mungkin dia sudah merasa letih waktu pulang ke rumah, jadi nggak mau lagi diajak keluar rumah. Sebagai orangtua, saya dan istri lah yang harus bisa tahu kondisinya. Memahami dirinya yang sudah remaja, dunianya, kesibukan dan seabrek kegiatannya. Bukannya dia yang malah diminta untuk menuruti semua keinginan orangtua.

Iklan

12 pemikiran pada “Beda Usia, Beda Pula Kegiatannya

  1. Wah iya ya pak kalo sudah beda usia udah beda pula keinginan dan pilihannya menghabiskan waktu.
    Kagum Pak sudah sekolah, ikut paski dan masih rajin mengerjakan tugas..

    1. Saya yg lihat kadang2 nggak sampai hati. PR dan tugas2 dari sekolahnya hampir tiap hari ada. Apalagi setelah penerapan kurikulum 2013. Kadang2 dia ngerjakan sampai jam 11-12 malam. Lain waktu kalau sudah letih, pernah juga maksain kerjakan tugas sampai akhirnya ketiduran di lantai…

  2. Saya juga merasakan hal itu pas berbicara ama teman yang sekarang udah berkepala dua, mereka sudah punya keinganan yang berbeda dengan saya yang masih berkepala satu. Orientasi nya pun jadi berbeda deh. 🙂

  3. Alhmdulillah anak2 semangat belajar ya Mas. Saya pribadi anak dua masih pada level usia yang berdekatan, jadi ikut kata kami asalkan mereka hepi. Kemah rame2 asyik juga tuh, Mas 🙂

    1. Padahal waktu SD dulu anak yg sulung nggak spt itu lho semangat belajarnya. Waktu masuk SMA mulai ada perubahan…

      Senangnya ya mas punya dua anak yg berdekatan usianya. kalau dua2nya cowok spt anak saya kadang2 suka usil sama ibunya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s