Tarif Angkutan Naik, Next What?

Bukan cuma ibu-ibu yang sering belanja saja yang merasakan kenaikan harga barang-barang akibat harga BBM naik. Saya yang tiap bulan naik bis dari Pontianak ke Pinoh pergi pulang juga ikut merasakan. Lumayan juga naiknya, dari 175.000 menjadi 225.000 rupiah atau sekitar 28 %.

Itu yang saya alami ketika naik bis Royal DAMRI ke Pontianak tanggal 7 Desember 2014 dan balik lagi ke Pinoh empat hari kemudian. Kenaikan 50.000 ribu rupiah bukan nilai yang sedikit untuk saya. Itu sama saja dengan separuh biaya pulsa telepon sebulan.

Kalau dari Pinoh ke Pontianak tarifnya 220.000 ribu. Kok bisa beda 5.000 rupiah ya? Mungkin karena waktu berangkat dari Pontianak penumpang dapat snack. Isinya potongan roti yang dibungkus plastik, kacang goreng dan aqua gelas. Nah, kalau yang berangkat dari Pinoh nggak ada snack. Jadi lima ribu rupiah itu ya biaya pembelian snack untuk penumpang.

Yang tarifnya naik nggak cuma bis super eksekutif yang tempat duduknya 1 – 2, bis eksekutif yang kursinya 2 – 2 juga ikut naik. Ongkosnya sekarang 180.000 ribu, naik 35.000 ribu dari 145.000 ribu.

Sebagai pengguna transportasi umum, kenaikan ongkos seperti itu ya mau nggak mau harus diterima. Meski tarifnya naik, saya dan teman-teman kantor tetap pilih naik bis karena biayanya lebih murah daripada naik travel dan juga lebih nyaman di perjalanan. Apalagi kalau lewat jalan yang rusak, naik travel bikin sakit di badan karena goncangannya lebih terasa.

Sebagai pelanggan loyal saya punya harapan ada reward yang bisa diberikan oleh penyedia jasa transportasi umum. Memang sih yang namanya perusahaan swasta atau BUMN tujuan utamanya mencetak laba, mencari profit. Tapi ingat, perusahaan itu juga punya tanggung jawab sosial, lho. Istilah kerennya sekarang CSR (Corporate Social Responsibility). Selain mencetak laba, perusahaan juga seharusnya menunjukkan bukti kepedulian sosial bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan, termasuk penumpang. Wujudnya seperti apa?

Misalnya pas ulang tahun perusahaan, terus penumpang loyalnya yang sudah lebih 3 tahun diberikan diskon tiket 50 % untuk perjalanan pergi pulang atau diskon 25 % untuk sekali perjalanan. Bisa juga  pelanggan yang rutin beli tiket dan setelah dikumpulkan sampai 10 biji dapat tiket gratis 1 biji.  Lha, terus diskon 50 % dan gratis 1 tiket tadi dari mana anggarannya? Kan bisa diambilkan dari dana CSR perusahaan. Bukan berarti semua dana CSR untuk pelanggan, tapi cukup 25-30 % untuk mengapresiasi penumpang, sementara yang 70 % untuk bantuan sosial atau kegiatan amal lainnya.

Bentuk reward itu nggak usah diumumkan, bikin kejutan saja buat penumpang. Misalkan saat penumpang beli tiket, petugasnya bisa bilang,”Untuk pembelian tiket sekali perjalanan saat ini Bapak kami berikan diskon 50 %, karena menurut catatan kami sudah 3 tahun Bapak menggunakan jasa kami”

Wah, rasanya maknyus kalau saya sebagai penumpang dapat apresiasi seperti itu. Mungkin saya akan bilang,”Hebat benar, saat harga tiket angkutan naik kok ada perusahaan yang kasih diskon”.🙂 Dan karena merasa senang saya akan cerita ke orang lain, bisa juga saya tulis di blog atau kirim ucapan terima kasih lewat surat pembaca di koran.

Nah, cerita dari mulut ke mulut atau yang dituliskan di blog atau koran itu kan bisa jadi media promosi yang ampuh. Perusahaan nggak perlu keluarkan duit lagi buat pasang iklan. Pengakuan penumpang yang diberikan reward dengan kejutan tadi sudah menjadi jurus yang ampuh dalam mempromosikan perusahaan.

Ujung-ujungnya ‘kan sebenarnya dua pihak yang sama-sama menerima manfaat. Penumpang merasa senang dan puas, perusahaan juga untung.

16 pemikiran pada “Tarif Angkutan Naik, Next What?

    1. Makasih, bro. Harusnya perusahaan transportasi jangan sampai kalah sama perusahaan jamu. Manajemennya bisa kasih hadiah buat penjual jamu gendong setahun sekali. Mudik lebaran gratis naik bis ramai-ramai. Apa nggak hebat tuh ?🙂

  1. Impiannya penumpang bus banget yah mas… Keknya kudu lebih gencar lagi deh ajakan csr.

    Gaji belum naik tapi semua kebutuhan dah pada menyesuaikan, sesek.

  2. Sekarang sudah jamannya online. Promo yang disebar di dunia maya akan lebih bersambut dan lebih diketahui secara cepat daripada offline. PO yang menyediakan promo lewat online akan segera mendapatkan penggemarnya

    1. Benar sekali. Kalau kita lihat penumpang sekarang, banyak juga mereka yg punya
      gadget canggih. Sambil naik bis, bisa upload foto busnya juga cerita pengalaman selama naik kendaraan itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s