Janji yang Harus Ditepati

Jpeg

Yang namanya janji itu sekuat tenaga kudu ditepati. Termasuk juga janji sama anak-anak. Waktu keluarga liburan di camp, si bungsu Nabil, pengin banget main ke sungai. Karena baru datang di camp tanggal 24 Desember siang hari dan sibuk bongkar barang-barang bawaan,  rencana main ke sungai masih belum bisa dipenuhi.

Besoknya hari libur 25 Desember, setelah sarapan anak-anak saya ajak jalan-jalan dulu ke sekitar kantor. Lihat taman, ngasih makan ikan di kolam, terus mampir ke contoh rumah adat. Lokasinya memang nggak jauh dari mess karyawan, cukup jalan kaki 3-5 menit sudah sampai. Yang paling senang  waktu lihat anak-anak ngasih makan ikan di kolam depan kantor. Asyik banget mereka, sampai lupa waktu kalau nggak diingatkan. Sebelum ngasih makan ikan, mereka sudah bawa umpan ikan dari rumah. Kadang-kadang mereka juga cari serangga yang sembunyi di rumput, bunga-bunga sampai pohon, terus diambil dan dicemplungkan ke kolam.

Jpeg

Ikan-ikan itu tahu kalau ada orang yang mendekat mau kasih makan. Waktu saya ambil fotonya dari tempat yang agak tinggi, kelihatan mereka serius banget ngasih makan ikan. Habis dari kolam terus jalan ke atas, lihat contoh rumah adat dayak. Rumah adat ini dindingnya dari kulit kayu, bukan dari papan apalagi batu bata. Kemudian atapnya dari sirap pohon ulin. Posisinya ada di atas kolam ikan. Bentuknya rumah panggung. Jadi kalau mau naik  harus meniti anak tangga yang dibuat dari batang pohon ulin, terus untuk pijakannya dibikin cekungan-cekungan di batangnya. Bentuk tangga ini sekilas mirip badan manusia, di ujungnya dipahat berbentuk kepala manusia.

Sebenarnya rumah adat ini dibuat perusahaan sebagai contoh kalau ada tamu- tamu yang ingin lihat seperti apa sih rumah adat orang dayak itu. Karena di desa-desa, saat ini rumah seperti itu sudah jarang dibangun warga. Mereka  memilih membuat rumah berdinding semen dan beratap seng.

Nggak terasa hari sudah siang, saatnya untuk makan dan istirahat. Waktu itu saya janji sama anak-anak main ke sungainya sore hari saja. Namun apa hendak dikata, sekitar jam 3 sore tiba-tiba cuaca berubah. Yang awalnya pagi sampai siang cerah terus mendung dan hujan. Akhirnya acara main di sungai sore itu batal. Saya bilang ke Nabil, diganti hari lain saja ya Nak, karena biasanya kalau habis hujan arus sungainya deras.

Tanggal 26-31 Desember saya masih kerja seperti hari-hari biasa, kemungkinan ngajak main ke sungai bisanya setelah jam 4 sore. Selain waktunya pendek, itupun masih tergantung kondisi cuaca juga. Akhirnya janji main di sungai bisa dipenuhi waktu libur  1 Januari 2015. Dua hari sebelum mereka pulang ke Pontianak. Alhamdulillah, pagi itu cuaca cerah, sinar matahari terasa begitu hangat. Saya, istri dan anak-anak semuanya sudah bersiap-siap jalan kaki ke sungai. Jaraknya sih nggak jauh, sekitar 300 meter dari kamar dengan menyusuri jalanan yang menurun dan melewati beberapa anak tangga.

Baru saja keluar dari kamar sekitar jam 9, sudah ada anak tetangga yang mau ikut juga mandi di sungai.

Saya bilang,”Sudah minta ijin sama ayah belum?”.

“Sudah”, kata Farhat, teman main Nabil dan Andra selama di camp.

Rupanya bukan cuma dia saja yang ikut, Sulthon, kakaknya yang kelas 3 SD seperti Nabil juga ikut. Jadilah kami berdelapan pagi itu menuju sungai. Bekal makanan ringan dan minuman nggak lupa dibawa. Kalau urusan perbekalan ini tugasnya Aysha. Dia bawa ransel yang isinya kue-kue kering, aqua dan juga baju ganti untuk Nabil dan Andra. Nadia yang kebagian tugas jadi juru potret. Sebelum mandi di sungai, singgah  di gazebo, tarik napas dulu setelah letih jalan kaki. Makan kue dan minum sambil lihat anak-anak main di taman sekolah.

Jpeg

Puas main di taman, Nabil dan teman-temannya sudah nggak sabaran ingin ke sungai. Rupanya di sungai sudah ada karyawan lain dan keluarganya yang duluan mandi. Ada juga yang duduk-duduk di tepi sungai menyiapkan bekal makanan. Kalau main ke sungai memang sebaiknya bawa bekal makanan, karena habis mandi terasa dingin terus lapar. Jadi harus istirahat sebentar sambil ngemil. Coba saja lihat di foto, kelihatan kalau kalau Farhat yang habis mandi di sungai terus kedinginan dan menggigil hahaha… untung waktu itu bawa makanan.

Jpeg

Kadang-kadang teman-teman karyawan nggak cuma bawa bekal kue, mereka malah bawa ikan atau ayam yang sudah dibumbui dan dibakar di tepi sungai. Jadi setelah mandi atau berenang, perut terasa lapar langsung menyantap ikan atau ayam bakar….. sedap benar rasanya. Sensasinya itu, lho. Makan ikan bakar buatan sendiri di sungai sama keluarga. Sebuah momen yang jarang didapatkan kalau kita di tinggal kota.

Inilah acara liburan yang disenangi anak-anak. Pergi ke camp dan mandi di sungai. Rasanya memang lain dibandingkan kalau mandi dan berenang di kolam renang. Meski ada juga yang bilang, kok liburan bukan ke tempat keramaian, tapi menyepi ke hutan. Kepuasan batin juga kebahagiaan merasakan air sungai yang jernih dan segar, bermain di taman yang luas, menikmati pemandangan alam yang asri itulah yang menjadi kenangan manis bagi anak-anak dan istri.

4 pemikiran pada “Janji yang Harus Ditepati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s