Akibat nggak Mengikuti Kata Hati

Kapok deh, kalau nggak menuruti kata hati. Pasti rasanya menyesal dan harus melakukan lagi kerjaan yang harusnya sudah beres saat pertama kali ingin dikerjakan. Ini yang saya alami.

Rencananya sih, pagi itu saya yang antar Andra dan Nabil ke sekolah. Setelah itu pulang ke rumah dan sama-sama istri ke bengkel. Dari bengkel, saya ke kantor bawa mobil dan istri pergi belanja pakai sepeda motor.

Sebelum berangkat, istri bilang,”Selesai antar anak-anak sekolah, sekalian beli bensin di dekat gang Melati, Mas”. Saya lihat indikator BBM sepeda motor memang sudah dekat strip merah. “Bukannya nggak mau beli bensin eceran, kalau antar anak-anak lewat SPBU kenapa nggak beli sekalian di situ”pikir saya.

Dalam perjalanan ke sekolah, saya lihat SPBU masih tutup. Waktu itu masih jam 6.15 dan prioritas pertama antar anak-anak sekolah karena masuknya jam 6.30. Nggak mungkin saya nunggu sampai SPBU buka sementara anak-anak nggak diantar ke sekolah.

Selesai mengantar, saya balik lagi lewat jalan di depan SPBU. Pintu gerbang utamanya memang masih tutup, tapi pintu di jalan sampingnya sedikit terbuka. Dan ini dimanfaatkan pengendara motor untuk masuk dan bikin antrian meski pengisian BBM belum dilayani.

Saat itulah hati berkata, “Lebih baik beli bensin sekarang”. Namun kata-kata hati itu nggak saya ikuti dan putuskan pulang lewat jalan yang berbeda dengan saat berangkat. Tujuannya supaya bisa beli bensin eceran di warung.

Nggak tahunya, waktu lewat di depan warung yang jual bensin eceran saya lupa untuk singgah. Sampai di rumah baru teringat kalau pesan istri itu belum saya kerjakan.

Akhirnya, dengan memboncengkan istri saya pergi lagi ke SPBU untuk isi bensin. Coba kalau tadi saya mau ikuti kata-kata hati. Selesai antar anak-anak sekolah, langsung antri dan isi bensin di SPBU. Pulang ke rumah langsung jemput istri dan  ke bengkel. Nggak harus mutar dua kali. Lebih hemat waktu juga bensin.

Iklan

7 pemikiran pada “Akibat nggak Mengikuti Kata Hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s