Belajar Sabar dari Teller Bank

Dua kali mengisi slip pengiriman uang di bank plat merah, dua kali pula salah. Gara-gara saya cuma punya waktu 20 menit sebelum waktu rapat di kantor. Mulai ambil nomor antrian, isi slip, sampai nunggu panggilan semua serba terburu-buru.

Akhirnya panggilan nomor.antrian 26 untuk saya datang juga. Tapi waktu itu saya nggak langsung ke teller karena isi slipnya belum selesai.

Waktu jalan ke teller, nomor antrian sudah ganti ke 27. Setelah saya serahkan slip untuk kirim uang ke bank yang sama di Jakarta mbaknya bilang supaya saya duduk dulu. Jadi nunggu lagi deh. Setelah dua orang selesai, saya baru dipanggil. Setelah dicek transaksi ternyata nggak langsung bisa diproses.

“Kalau mau kirim bukan pakai slip yang ini, Pak, tapi slip setoran”kata mbaknya. Lho, saya kira slip setoran itu dipakai kalau mau menabung. Terus kalau mau kirim uang ya pakai slip yang ada tulisan transfer di atasnya.

Karena salah isi slip, saya ambil slip baru dan tulis lagi ulang di samping teller, sementara dia melanjutkan melayani nasabah lainnya.

Setelah saya isi, dengan pede saya serahkan ke mbaknya lagi.
“Ini terbalik pengisian nomor rekening pengirim dan dan rekening tujuannya, Pak”dia menjelaskan.

Waduh, kok salah lagi ya. Belum pernah selama ini salah isi slip di bank sampai dua kali.
Slip setoran yang baru pun saya ambil dan isi lagi.
Setelah saya serahkan slipnya, dicek dan nggak ada lagi kesalahan.

Meski saya sudah bikin repot mbaknya yang kerja sebagai teller tapi dia kelihatan tetap ramah. Nggak ada tanda kesal atau ngomel-ngomel karena orang lain berbuat salah. Malah dia kasih tahu dengan sabar perbaikannya.

Coba kalau kita pakai cara yang sama dengan teller dalam menghadapi orang yang salah. Sabar dan ramah. Kemungkinan besar orang yang kita kasih tahu itu akan menerima. Beda kalau kita memperbaiki kesalahan orang pakai nada emosi dan marah. Orang itu bukannya mau dengar, justru dia akan cuek membantah.

6 pemikiran pada “Belajar Sabar dari Teller Bank

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s