Demam Batu Akik Dimana-mana

Berita tentang batu akik saat ini sudah menyebar kemana-mana. Di televisi, di koran, semuanya nggak terlewatkan memberitakan informasi tentang batu akik. Di televisi, saya pernah melihat ibu-ibu yang juga tertarik dan membeli batu akik. Padahal biasanya para penggemar dan kolektor batu akik adalah pria. Di koran cetak yang jadi langganan saya, topik batu juga jadi headline di edisi hari minggu.

Nggak hanya di televisi dan koran, di tempat kerja pun saat ini hampir tiap hari ada saja yang bicara batu. Mulai dari yang menunjukkan koleksinya yang sudah melingkar di jari manis, memperlihatkan potongan batu yang baru didapat dari lapangan, menyinari potongan batu dengan senter untuk melihat cahaya senternya tembus atau tidak, sampai browsing di internet untuk melihat bagaimana cara mengerinda batu.

“Kita beli gerindanya patungan saja, nanti kalau dapat batu kita coba bikin sendiri”kata seorang kawan yang ide bisnisnya langsung muncul.

Ada juga kawan lain yang tiba-tiba jadi sensitif. Dia nggak terima dibilang latah karena empat buah cincin bermata batu melingkar di jari-jarinya.“Orang yang latah itu yang sebelumnya nggak pernah pakai batu cincin, setelah ramai-ramai orang cari batu, dia baru pakai. Kalau saya sebelum ini sudah sering pakai, jadi nggak bisa dibilang latah”ungkapnya.😦

Kalau ada teman yang bicara tentang perbatuan seperti itu, saya cenderung jadi pendengar yang baik. Nggak banyak komentar. Masalahnya karena saya masih awam dengan urusan batu-batuan seperti itu. Saya belum bisa membedakan mana batu yang bagus mana yang biasa. Mana batu yang harganya mahal dan batu yang termasuk pasaran.

Ketidaktahuan saya tentang batu-batuan itu juga tidak membuat penasaran dan ingin mencari tahu. Terus berusaha cari informasi atau googling dan belajar otodidak dari internet. Untuk hal yang satu ini, saya nggak begitu tertarik mempelajarinya. Entah kenapa. Gimana dengan teman-teman?

8 pemikiran pada “Demam Batu Akik Dimana-mana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s