Lain Orang Lain Cara Memperlakukannya

Kalau ada peribahasa yang mengatakan lain lubuk lain ikannya, maka buat teman yang tugasnya sebagai pendamping tamu peribahasa itu berubah jadi lain orang lain cara memperlakukannya.

Ide postingan ini muncul waktu sarapan dengan teman-teman di ruang makan kantor. Ada satu teman yang ditugaskan oleh pimpinan untuk mendampingi tim tamu yang. Bisanya dalam satu tim ada 3-4 orang yang masing-masing punya karakter berlainan.

Ada satu orang yang sifatnya pendiam, tapi langsung muncul semangat bicaranya kalau diajak ngobrol soal bola. Maksudnya dia akan antusias banget kalau lawan bicaranya mengajak ngobrol soal sepakbola, mulai dari Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Champions, Piala Eropa sampai Piala Dunia. Obrolan pun akan nikmat kalau yang diajak ngobrol juga tahu siapa pemain top yang ada di Chelsea, berapa skor City lawan Barcelona, siapa pimpinan klasemen Liga Spanyol.

Ada juga tamu yang lainnya yang punya sifat suka cerita, apa saja diomongin. Mulai dari urusan pekerjaan, panasnya perdebatan antara Ahok dan DPRD DKI Jakarta sampai fenomena batu akik yang lagi mewabah. Kalau ketemu orang yang seperti itu, cukup pasang kuping dan duduk manis. Jadi Yang mendampingi lebih banyak jadi pendengar. Sesekali berkomentar boleh-boleh saja. Kalau komentarnya bernada nggak setuju harus disampaikan dengan kalimat dan nada yang tepat. Sekali kita berkomentar pakai argumen, dia bukannya bisa menerima, tapi justru makin ngotot dengan pendapatnya.

Saya nggak tahu apa tips-tips seperti itu juga diajarkan di sekolah-sekolah. Tapi yang jelas, sekali kita salah memperlakukan orang karena ketidaktahuan kita tentang sifat dan hobinya, komunikasi selanjutnya bakal macet. Cerita akan berbeda kalau kita sudah tahu duluan bagaimana sifat orang yang diajak bicara, apa saja hobinya, bagaimana keluarganya. Lalu kita memulai obrolan dengan informasi itu dan coba perhatikan apa yang terjadi.🙂

Oleh karena itu nggak salah kalau ada yang bilang, dalam berkomunikasi upayakan ambil hatinya dulu sebelum berusaha mempengaruhi jalan pikirannya. Karena siapa pun orangnya, bila hatinya sudah tersentuh, yang tadinya ngotot lama-kelamaan akan luluh.

11 pemikiran pada “Lain Orang Lain Cara Memperlakukannya

  1. benar sekali pak, mengambil hati terlebih dahulu untuk bisa mempengaruhi orang lain. Kalau hatinya sudah didapat, pendapat yang datang dari kita pun akan mudah diterima

  2. Aih bener banget Pak Yudhi. Harus bisa ambil hatinya seseorang itu dulu sebelum bisa berkomunikasi lebih jauh. Triknya macem macem untuk bisa ambil hati ya Pak. Pinter-pinternya kita aja.

  3. Setuju Mas. Approach seperti ini kalo dulu aku pelajari katanya lebih ke orang2 Asia sementara kalo bule beda2 lagi tergantung dari asalnya, tapi memang rata2 terbalik dengan kita, talk business dulu baru bersosialisasi.

    1. Belajar ilmu pendekatan darimana nih, mbak?
      Ibaratnya yg satu pendekatannya pakai perasaan, setelah kena hatinya baru kita bisa diterima, Yg satu lagi pakai logika, dia baru sependapat dgn kita kalau penjelasannya masuk akal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s