Menempuh Jarak 57 km untuk Bisa Akses Internet dan Kopdar

Seorang pria menyapa saat saya melewati gazebo di samping kantor. “Pak Hendro, ya”. Dengan agak ragu saya menjawab ya sambil berusaha mengingat-ingat siapa gerangan orang ini.

Sebelum saya bertanya lebih jauh, dia bercerita kalau dia guru yang bertugas di SMA negeri di salah satu kecamatan di sekitar perusahaan.

“Saya yang pernah kirim email setelah membaca blog bapak. Karena tulisan bapak itulah saya tahu kondisi di kecamatan tempat saya kerja dan gimana cara menuju lokasi itu”ungkapnya

Saya baru ingat, rupanya dia guru yang berasal dari Jawa Tengah yang baru pertama kali merantau ke luar Jawa. Setelah diterima sebagai PNS, dia ditempatkan di kecamatan Bukit Raya kabupaten Katingan. Lokasi yang dekat dengan tempat kerja saya.

Terus dia cerita lagi, setelah browsing di internet, informasi yang detil tentang lokasi kerja dia dapatkan dari tulisan saya di blog.

Setelah itu, dia intensif bertanya via email. Mulai dari kondisi kecamatan, kehidupan masyarakatnya, transportasi menuju kecamatan dari ibukota propinsi sampai minta saran gimana supaya bisa beradaptasi dengan warga di lokasi tersebut.

Nampaknya dia benar-benar ingin tahu situasi tempat dia akan tinggal dan bekerja. Saya pun berusaha menjawab semua pertanyaannya.

Termasuk salah satu yang dia tanyakan apakah ada pantangan saat bergaul dengan masyarakat. Saya bilang kalau bergaul dengan masyarakat jangan menjanjikan sesuatu. Kalau memang nggak bisa terus terang saja bilang nggak bisa.

Setelah puas mendapat jawaban, dia berharap suatu saat bisa bertemu dengan saya.

Dan haraoan itu terpenuhi hari ini. Bersama seorang temannya yang juga guru dan dua siswanya, dia datang ke main camp km 35. Dengan naik sepeda motor, mereka menempuh jarak 57 km untuk mendapatkan akses internet sekalian ingin kopdar dengan saya. Jarak sejauh itu kurang lebih sama dengan Jakarta – Bogor.

“Di kecamatan belum ada sinyal telepon dan internet, Pak. Di camp terdekat di km 83 juga sinyalnya baru 2G. Lambat buat internetan”katanya waktu ngobrol di Gazebo. Saya lihat dua muridnya lagi asyik buka internet di laptop.

Karena saya siang itu ada rencana ke Pontianak, obrolan pun nggak berlangsung lama. Setelah kurang lebih setenagh jam, saya pamit karena kendaraan sudah menunggu.

Sebuah pertemuan yang terjadi di luar rencana. Tak pernah sekali pun janjian sebelumnya. Sebuah pertemuan yang terjadi atas ijin Tuhan. Bukan cuma harapan dia yang terpenuhi, mimpi yang saya posting di English Friday edisi 9 juga menjadi kenyataan. Dan hanya dalam tempo sehari semalam.

Saat menulis postingan ini di bis malam dalam perjalanan ke Pontianak, saya masih belum percaya bahwa mimpi itu terjadi. Ya, mimpi itu ternyata benar-benar terjadi.

5 pemikiran pada “Menempuh Jarak 57 km untuk Bisa Akses Internet dan Kopdar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s