Mencari Karyawan itu Mudah, yang nggak Mudah Mempertahankannya

Pernah punya pengalaman membimbing karyawan magang atau calon karyawan? Kalau teman-teman pada posisi pembimbing calon karyawan, hal-hal apa yang disukai dari tugas itu?

Saya paling suka kalau ada calon karyawan yang aktif dan nggak tunggu instruksi untuk mengerjakan sesuatu. Kalau pun dia nggak ada kerjaan, dia nggak diam saja. Tanda-tanda calon karyawan yang aktif itu mau bertanya. Minimal dia tanya sama pembimbingnya, “Ada yang bisa dibantu, Pak”.

Seperti beberapa hari lalu ada satu calon karyawan, tepatnya karyawati yang lagi magang di tempat kerja. Magang kerja di tengah hutan yang mayoritas pekerjanya cowok, kecuali guru dan mbak-mbak di kabinet dapur 🙂

Meski cewek, dia nggak canggung bergaul dan berinteraksi dengan pekerja-pekerja lainnnya. Yang bikin saya salut, dia juga nggak pilih-pilih kerjaan, lho. Maksudnya begini, waktu itu pernah saya kasih tugas untuk terjemahkan abstrak hasil peneliti dari Jepang yang pernah riset di perusahaan.

Tanpa banyak komentar, dia langsung coba terjemahkan. Awalnya dia mau tulis di print out laporan riset, tapi saya bilang tulis di tempat lainnya saja. Supaya laporannya nggak ada coretan. Ada juga teman kantor yang bilang langsung diketik saja di komputer, nggak dua kali kerja. Dia mau dengar saran saya tapi dia juga tetap pada pendiriannya, tetap ditulis tangan dulu di kertas kosong dan setelah itu baru diketik di komputer.

Saat proses menerjemahkan pun dia mau tanya kalau nggak tahu artinya atau maksud kalimatnya. Setelah diprint out dia masih minta dikoreksi lagi sebelum jadi laporan akhir. Pas acara  sertifikasi dia juga ikut aktif. Nggak cuma bantuan ngeprint laporan, cari arsip laporan, menyerahkan laporan ke asesor, tapi juga mau dimintai tolong untuk pekerjaan-pekerjaan informal seperti mengoreng kerupuk, bikin minuman sampai bantuan masak mie goreng.

Padahal dia lulusan S1, lho. Tapi nggak ada sama sekali merasa gengsi melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti itu. Jangan-jangan bukan dikasih kerjaan tapi dikerjain sama pembimbingnya hahaha… Tapi dia tetap saja ceria dan kalau kerjaannya beres, dia tanya lagi, “Ada lagi yang bisa dibantu, Pak”. Beda lho penampakan orang yang ikhlas dikasih kerjaan sama yang ogah-ogahan.

Waktu kerja lembur sampai malam menemani asoseor, dia juga ikut bahkan baru pulang jam 12 malam. Dan yang tambah bikin salut lagi, dia bukan tidur di mess yang sudah disediakan buat tamu. Tapi tidur bergabung dengan mbak-mbak dan ibu juru masak di kamarnya. Lho, tempat tidurnya ‘kan nggak cukup? “Saya tidur di lantai, Pak”katanya enteng. Benar-benar enjoy dan no problemo. “Malah saya sering jadi tempat curhat mbak-mbak, Pak”.

Walah…walah, kalau ketemu calon karyawan yang model begini terus sampai dia nggak betah dan resign ya jangan salahkan dia. Tapi coba tanya sama pimpinannya atau supervisornya. Selain urusan gaji, apa kerjanya didukung? Terus ide-idenya didengar dan dipakai? Juga alat-alat kerjanya dilengkapi.  Kalau semua itu nggak dipenuhi, ya jangan menyesal kalau perusahaan lain siap menyambar.

Mencari karyawan itu mudah, cari satu yang melamar bisa belasan bahkan puluhan orang. Yang nggak mudah  mempertahankan dia tetap bertahan dan idealnya berkembang di tempat kerjanya sesuai potensinya. Mungkin nggak banyak calon karyawan yang seperti itu. Dalam hati saya bilang,“Sayang sekali penempatan kamu di anak perusahaan yang lain”.

Iklan

12 pemikiran pada “Mencari Karyawan itu Mudah, yang nggak Mudah Mempertahankannya

  1. Wah salut Pak sama si Mbaknya. Kalau sampai keluar tawaran ada lagi yang bisa dibantu itu merupakan nilai lebih. Sepakat kalo mempertahankan karyawan itu susah Pak Yudhi.

  2. Ditarik aja mas. Gak bs ya.
    Tp dulu pernah mas. Ada yang bisa dibantu mas? Ehhh. Aku malah dpt semua kerjaan. Haha. Agak bete waktu ntu sih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s