Janganlah Berlebihan Mengagumi Seseorang

Setiap dari kita pasti punya seseorang yang dikagumi. Seseorang yang menjadi idola kita sehingga pemikirannya, perkataannya hingga tindakannya senantiasa kita puja-puja dan ikuti. Tak hanya itu, bahkan kehidupan sehari-hari sang idola pun berusaha kita gali informasinya. Tak ada satu hari pun yang terlewatkan tanpa berusaha mengikuti apa yang sedang dilakukan sang idolanya. Seseorang yang diidolakan itu bisa penyanyi, bintang film, atlet, penulis, wirausahawan hingga pemimpin negara.

Salahkah kita memiliki idola? Tidak. Kita justru perlu seorang figur yang dapat menjadi penyemangat diri kita untuk bertindak. Kita perlu idola sebagai panutan yang mampu merintis harapan dan langkah-langkah kita dalam meniti masa depan yang lebih baik.

Kekaguman terhadap sang idola tersebut akan menjadi bumerang, ketika kita menyikapinya secara berlebihan dan fanatik. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan juga tahun demi tahun telah berlalu. Apakah seseorang yang menjadi idola itu akan tetap selamanya menjadi idola? Belum tentu.

Oleh karenanya, tak ada salahnya kita bersikap moderat, biasa-biasa atau sedang-sedang saja dalam mengagumi sang idola. Dalam arti bahwa kita perlu menyediakan ruangan dalam hati kita untuk kecewa, jika ternyata sang idola tidak 100% sesuai dengan yang kita bayangkan. Kita perlu menyiapkan diri untuk merasa jengkel dan kesal, jika sang idola ternyata memiliki sisi kehidupan yang berbeda 180 derajat dengan yang ditampilkan saat berada di atas panggung.

Sikap moderat atau sedang-sedang saja juga memberikan kebaikan bagi kita, karena menciptakan ruang untuk mendengarkan pendapat orang lain yang berbeda tentang seseorang yang kita idolakan. Berbeda dengan seseorang yang bersikap fanatik terhadap idolanya, pasti tidak mudah menerima pendapat orang lain yang tidak sejalan dengan pendapatnya.

Bagaimana pun juga sikap moderat adalah lebih baik, karena sang idola adalah juga manusia biasa. Sebaik-baik seseorang, tetap ada sisi tidak baiknya dan sejelek-jeleknya seseorang dia pasti memiliki sisi baik. Yang diperlukan dari kita adalah bersikap proporsional dalam mengagumi sang idola.

6 pemikiran pada “Janganlah Berlebihan Mengagumi Seseorang

  1. setuju pak, jadi benar sekali sabda Nabi, “Cintailah sesuatu sekedarnya saja, karena bisa jadi apa yang kini dicintai suatu saat akan menjadi hal yang dibenci”

  2. I do agree, Mas Yudhi. Kadang orang yang sudah berlebihan mengagumi idolanya enggan membuka telinga untuk mendengar kritik membangun bahkan dari teman sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s