Bekerja tak Hanya Sekadar Mencari Uang

Sebenarnya saya termasuk orang yang jarang menonton televisi. Informasi dan berita justru lebih banyak saya dapat dari internet atau koran. Mungkin karena setelah lihat tayangan di televisi yang kadang-kadang bikin hati nggak tentram. Pernah karena nggak tahan lihat tayangan kriminal akhirnya belum selesai berita ditayangkan, televisi langsung saya matikan.

Sampai akhirnya saya menonton acara wawancara yang cukup bagus dan menyentuh hati di Kompas TV hari Senin (20/4) malam lalu. Pewawancaranya bernama Aiman. Waktu itu selesai makan malam sekitar jam 19.30, saya menonton dia sedang mewawancarai seorang ibu yang kerjaannya mengurus orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan.

Ibu Jamilah, wanita yang dalam tayangan itu bisa disebut sebagai pahlawan karena mau mengorbankan waktu dan tenaganya merawat sekitar 30-an orang-orang yang telantar dan mengalami gangguan kejiwaan.

Jawaban-jawaban ibu Jamilah yang membuat saya tertegun. Di jaman seperti sekarang ini ternyata masih ada seseorang dengan penuh kasih sayang bekerja dan melayani orang lain yang terganggu jiwanya. Mulai memasak nasi, menyuapi dan bahkan memandikan mereka. Dalam tayangan terlihat ketika waktu makan, mereka satu per satu antri mengambil nasi dan lauk. Ada juga yang makannya disuapi oleh bu Jamilah.

“Sampai memandikan mereka?”Aiman terkejut.

“Ya, saya pakai selang kalau memandikan mereka. Mereka nurut dan nggak macam-macam”kata bu Jamilah.

Ketika ditanya bagaimana suka dukanya bekerja di tempat seperti itu, melayani orang-orang yang belum tentu keluarganya mau mengurus, dia merasa senang ketika orang-orang itu mulai sembuh. Meski pernah trauma dan punya pengalaman pahit dikejar-kejar dan dipukul mukanya oleh salah seorang diantaranya, namun dia tidak menyimpan dendam. Dia tetap berusaha melayani mereka. Benar-benar mulia hati ibu Jamilah.

“Apa tandanya kalau mereka itu mulai sembuh, Bu”kata Aiman.

“Kalau tatapan mata mereka nggak kosong, pandangannya tegak itu tanda-tanda mereka sudah mulai sembuh”kata bu Jamilah.

“Biasanya kalau sudah mulai sembuh, mereka saya minta bantu saya. Masak air atau nasi”ungkap bu Jamilah sambil menunjuk salah seorang yang sudah mulai sembuh.

“Pernah juga ada yang sudah sembuh, terus kerja di kantoran dan dia datang ke sini”tambah bu Jamillah.

“Datang ke sini?”tanya Aiman.

“Ya, dia datang ke sini sambil bawa sembako. Bahkan dia sekarang sering ngasih bantuan untuk tempat ini“ungkap bu Jamilah. Rupanya setelah sembuh dia tidak lupa.

Saya yang melihat percakapan itu jadi terharu dan berkaca-kaca. Ternyata seseorang yang pernah mengalami gangguan kejiwaan, dengan perlakuan yang tulus dan penuh kesabaran dapat sembuh dan kembali normal. Tayangan seperti inilah yang seharusnya sering saya lihat. Menyentuh jiwa dan saya tersadar kalau yang saya lakukan saat ini belum ada apa-apanya dengan yang sudah dilakukan bu Jamilah.

Tak banyak orang seperti bu Jamilah, yang bekerja tidak hanya untuk mendapatkan imbalan materi. Namun meletakkan kepuasan hati dan kebahagiaan ketika melihat orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan itu sembuh dan kembali menjalani hidup dengan normal.

9 pemikiran pada “Bekerja tak Hanya Sekadar Mencari Uang

    1. Jadi pengin nonton lagi acara spt itu minggu depan,.. Ya, bekerja yg membuat orang lain terlayani, urusannya dipermudah juga dapat mendatangkan kebahagiaan dan kepuasan batin

  1. Acara Tv lokal saya jarang nonton juga Mas. Paling ikutin mama kl lg mau nonton. Dan dia penggemar kick andy. Belajar banyak dr yang satu ini.
    Pembelajaran indah mas dari Bu Jamilah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s