Indahnya Beribadah di Masjid Nabawi Madinah

P_20150330_082649AHalaman masjid Nabawi

Alhamdulillah telah diberikan kesempatan oleh Allah SWT menuju Madinah setelah menempuh perjalanan 4 jam dari Jeddah.

Sampai saat ini kenangan beribadah di Masjid Nabawi masih saja teringat. Orang-orang yang bergegas pergi menuju masjid hampir di sepanjang waktu. Tak hanya beribadah di waktu pagi, siang dan malam. Meski dini hari, mereka tetap bersemangat untuk untuk melangkahkan kaki. Melaksanakan sholat, berdzikir dan mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW.

P_20150330_172442ALatar depan masjid Nabawi

Meski hanya tiga hari tiga malam di Madinah, namun keinginan untuk sering-sering pergi ke mesjid selalu muncul di hati. Ada perasaan sedih dan menyesal kalau nggak bisa berlama-lama di masjid. Satu hal yang saya senangi di tempat ini. Selain bangunannya cukup bagus dan bersih juga disediakan air minum zam-zam di dalamnya. Jadi kalau kita haus kita bisa minum di dalam masjid. Biasanya kalau mau pulang ke hotel saya isi botol minuman dulu. Pulang ke hotel hanya kalau mau sarapann, makan siang atau makan malam.

P_20150330_171156ADi depan makam Nabi Muhammad SAW

Satu hal lagi yang saya senangi di masjid Nabawi. Tidak ada larangan untuk memotret. Meski di dalam masjid, kita diperbolehkan memotret maupun merekam kegiatan di dalamnya. Juga merekam disain arsitektur bangunannya. Termasuk di Raudah, salah satu tempat di masjid Nabawi yang diyakini sebagai tempat yang kalau kita berdoa akan dikabulkan oleh Allah SWT. Tidak mudah untuk mencapai tempat yang alasnya berwarna hijau ini. Tempat di luar Raudah warna karpetnya merah dan biasanya setelah sholat wajib para petugas akan segera menutup Raudah dengan tirai berwarna krem bergaris biru setinggi dada.

Meski kita sudah bisa masuk ke Raudah, perjuangan belum selesai. Kita belum tentu bisa duduk dan harus  mencari-cari tempat yang kosong. Beberapa orang masih berdiri dan menunggu bila ada jamaah di depannya yang berpindah. Kadang-kadang saat kita sholat sunah, ada saja orang-orang di belakang yang melintas dan kakinya mengenai badan kita.

P_20150331_044520ADi Raudah

Begitu kuatnya keinginan seseorang untuk bisa berada di tempat ini. Wajar saja karena di tempat inilah doa-doa Insya Allah akan dikabulkan. Tak heran ketika berangkat dari Indonesia, istri saya nitip selembar kertas tulisan tangan berisi doa-doa. Seperti pesannya, minta supaya dibacakan saat berada di Raudah. Satu persatu kalimat doa itu saya bacakan dan air mata mulai membasahi pipi. Semakin lama air mata mengalir semakin deras. Saya menangis sesenggukan dan tersendat-sendat berdoa. Sampai salah seorang yang duduk di belakang menyentuh badan saya dan menyodorkan selembar tisu.

8 pemikiran pada “Indahnya Beribadah di Masjid Nabawi Madinah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s