Sedang Makan, Handphone Berbunyi dan Keluar Ruangan

Beberapa kali saya melihat teman yang lagi asyik sarapan, makan siang atau malam, tiba-tiba keluar ruangan saat handphonenya berbunyi. Padahal, nasi dan lauknya belum habis.

Pernah ada kejadian lucu, karena dianggap sudah selesai makan oleh mbak di dapur, piring itu langsung dibawa ke dapur. Mungkin mbaknya berpikir yang lagi makan itu nggak lagi selera dengan menunya, jadi makannya nggak habis. Saat balik ke ruangan, dia terkejut melihat piring makannya sudah nggak ada di tempat.😦

Saya termasuk jarang menerima telepon waktu makan. Pernah sekali waktu makan malam, bos menelepon. Tapi waktu itu saya nggak keluar ruangan. Tetap duduk di kursi, letakkan sendok dan garpu, ambil handphone di kocek, bicara seperlunya dan setelah itu makan lagi.

Mungkin teman-teman yang terima telepon dan buru-buru keluar ruangan itu nggak ingin pembicaraannya didengarkan orang lain. Lha, tapi kita kan nggak mungkin dengar suara orang yang menelepon. Paling hanya bisa nebak-nebak topik pembicaraannya. Apakah urusan pekerjaan, keluarga atau urusan lain. Itupun bagi yang mau kepo. Tapi kan nggak semua punya sifat seperti itu.

Pernah juga lihat ada suara handphone berdering, rupanya notifikasi SMS masuk. Teman yang lagi makan langsung meletakkan sendok garpu dan membalas pesan SMS. Kalau melihat hal seperti itu, saya nggak komentar. Cuma mengamati saja dan dalam hati berkata mungkin SMS itu penting sekali dan perlu jawaban segera.

Kalau menurut saya sih, ada baiknya saat kita menelepon seseorang dan dia menjawab panggilan, kita perlu menanyakan dia sedang apa. Apakah sedang makan, berada di kendaraan atau menyetir. Kita perlu tahun kondisi lawan bicara kita dan situasi data itu yang dihadapi. Apalagi kalau kita ingin berbicara panjang lebar dan nggak to the point.

Pernahkah teman-teman mengalami seperti itu, ditelepon ketika sedang makan?

4 pemikiran pada “Sedang Makan, Handphone Berbunyi dan Keluar Ruangan

  1. Betul, Mas. Memang sering ada kejajdian begitu. Pas makan, orang lalu keluar buat nerima telepon.
    Mungkin benar, karena isinya walaupun sedikit atau clue-nya saja tak boleh diketahui orang. Atau pemalu kayak saya ini walaupun isinya ga ada hubungan ma orang, hehe.
    Sepakat, sebaiknya tanyakan kepada lawan bicara agar bisa kita ambil ancang-ancang mau diteruskan atau ditunda, kecuali bila benar-benar mendesak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s