Sepenggal Kisah di Panti Jompo

“Masih mau ke sana lagi”tanya Ciitra pada suaminya, Bagas, dengan tatapan heran.

“Kamu mau ikut, nggak. Kalau nggak mau, saya sendiri yang ke sana”jawab Bagas tegas.

Citra akhirnya mengalah dan ikut suaminya berkunjung lagi kedua kalinya ke panti Jompo. Dia masih belum paham mengapa suaminya begitu bersemangat bertemu orang-orang yang seusia bapak dan ibu mereka.

Pada hari pertama, Bagas bertemu dengan petugas panti dan menyatakan keinginannya untuk menjadi donatur. Setelah itu dia dipersilakan untuk melihat-lihat keadaan panti.

Tiba di depan salah satu kamar Bagas dan Citra bertemu dengan seorang Bapak. Dia disambut hangat seorang pria lanjut usia. Setelah berkenalan dan menanyakan kabarnya, Bagas menjelaskan kalau dia sebenarnya ingin ngobrol lama, tapi hari itu dia punya janji dengan rekanan bisnisnya. Dia bilang akan datang lagi besok.

“Gimana kabarnya, pak”sapa Bagas.

“Saya senang kamu datang lagi. Kemarin saya bilang sama kawan-kawan kalau kamu mau ke sini lagi”kata orangtua itu.

Tanpa ditanya, orangtua itu lalu bercerita betapa kecewanya dia dengan anaknya yang meminta dirinya tinggal di Panti Jompo.

“Kalau tinggal di sana ada yang mengurus. Bapak akan terlayani.”kata sang anak

‘Saya nggak menyangka dia tega berbuat seperti itu”kenang sang Bapak.

“Anak bapak sering ke sini?”tanya Bagas.

“Waktu awal-awal di sini, dia seminggu sekali datang, tapi sekarang sudah jarang”katanya dengan mata menerawang jauh.

Satu persatu temannya yang tinggal di panti mulai mendekat dan ikut mendengarkan.

Bagas merasakan ada pancaran kebahagiaan dalam diri mereka ketika ada orang yang datang, meski bukan anggota keluarga mereka. Apalagi ketika orang itu mau bersabar mendengarkan cerita mereka.

“Mereka yang tinggal di panti jompo memang dilayani dengan baik oleh pengurusnya. Namun bukan itu yang mereka inginkan”kata Bagas kepada istrinya .

“Saya nggak akan membawa Bapak ke Panti Jompo”tegas Bagas. Dia dan Citra lalu menuju rumah sakit, menengok orangtuanya yang terbaring karena dideteksi mengidap kanker usus besar.

Iklan

2 pemikiran pada “Sepenggal Kisah di Panti Jompo

  1. naniknara

    begitulah dilema yang sering terjadi. Saat anak kecil, orang tua sering meninggalkannya bepergian. Saat anak besar, gantian dia yang bepergian meninggalak orang tuanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s