Awali Bicara di Depan Publik dengan Cerita

Pernah diminta berbicara di depan orang banyak dalam sebuah acara? Saya yakin setiap diri kita pernah diminta untuk berbicara di depan umum. Apakah sebagai ketua organisasi, karyawan, mahasiswa, pemilik bisnis atau juara dalam sebuah lomba.

Apa yang teman-teman blogger katakan ketika diminta berbicara di depan publik? Salah satu yang sering saya lakukan adalah dengan bercerita. Saya tidak terbiasa berbicara di depan orang banyak dengan membaca teks. Semuanya spontan. Apa yang ada dalam pikiran ya saat itu saya ceritakan.

Seperti beberapa hari lalu ketika training penggunaan pelumas yang diadakan Pertamina. Ketika penyaji dari Pertamina selesai presentasi company profile, saya cerita kalau perusahaan milik negara ini diibaratkan klub sepakbola Indonesia, dia sudah bisa bersaing dengan klub-klub asing. Sebagai perusahaan BUMN, Pertamina bahkan pernah masuk jajaran 500 perusahaan kelas dunia menurut Global Fortune. Perusahaan yang mampu bersaing dengan perusahaan sejenis dari luar negeri.

Kenapa saya cerita dan ibaratkan dengan sepakbola? Karena saya melihat audiens adalah karyawan yang rata-rata hobi bola. Nah, kita sebagai bangsa harusnya bangga ya. Apalagi khusus untuk pelumas, perusahaan kita full pakai produk Pertamina. Berarti secara nggak langsung kan menghargai produk-produk dalam negeri. Kok tahu? Ya iya, saya sempatkan tanya kawan yang duduk di samping beberapa menit sebelumnya 🙂

Semua itu saya ceritakan secara spontan dan nggak pernah ada persiapan. Saya baru diberitahu teman kerja satu hari sebelumnya dan diminta bicara mewakili perusahaan.

Memang untuk berbicara di depan umum, terkadang kita perlu persiapan. Namun kita terkadang juga nggak bisa mengelak ketika ada permintaan mendadak. Kalau sudah seperti ini, nggak sempat lagi bikin konsep pidato atau teks sambutan. Apalagi kalau kerjaan lagi padat.

Bicara spontan di depan orang banyak, sebenarnya modalnya nggak susah kok. Kalau ada pembicara sebelum kita, kita bisa memberikan tambahan informasi yang saat itu belum disampaikan.

Apa yang pernah kita alami bisa jadi bahan omongan. Apa yang pernah kita baca, lihat dan lakukan juga bisa jadi cerita menarik. Kuncinya adalah telaten mengamati sesuatu yang terjadi, banyak baca dan rajin mengikuti informasi. Itulah sebenarnya persiapan yang diperlukan ketika kita bicara di depan orang banyak.

6 pemikiran pada “Awali Bicara di Depan Publik dengan Cerita

    1. Nggak cuma mbak Nanik yg mengalami spt itu. Saya juga pernah grogi waktu bicara di depan publik. Kuncinya sering praktek, mbak. Minimal bicara di depan teman2 kita atau anggota keluarga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s