Iuran Bulanan Keluarga buat Persiapan Lebaran

Di keluarga istri, ada persiapan lebaran yang tergolong unik. Apa itu? Tiap anak dan keluarganya setiap bulan membayar iuran untuk kegiatan selama lebaran. Ada lima saudara termasuk istri yang tiap bulan membayar 100 ribu rupiah. Ditambah dengan iuran dari eyang, jadi total sebulan terkumpul 600 ribu rupiah. Setahun punya dana lebaran 7,2 juta rupiah. Misalkan yang dipakai untuk lebaran 4 juta, jadi sisanya bisa diinvestasikan.

Uangnya biasanya ditransfer ke rekening adik istri yang bungsu yang tinggal di Kroya. Dia pegawai bank pemerintah. Tiap bulan istrinya yang pernah kerja di bank swasta yang membuat laporan keuangannya dan melaporkan via BBM Grup. Berapa saldo awal, tambahan iuran, hasil dari pengembangan dan saldo akhirnya.

Maksud hasil pengembangan iuran itu sebagian dana yang diinvestasikan. Iuran lebaran ini sangat bermanfaat ketika kami mudik ke Jogja dan kumpul di rumah eyang. Biasanya hari pertama lebaran kami kumpul dan makan bersama di rumah setelah sholat Idul Fitri. Biaya untuk makan-makan di rumah bisa diambilkan dari dana iuran lebaran.

Nggak hanya itu, biasanya juga ada acara jalan-jalan alias melancong ke tempat wisata. Nah, biayanya mulai dari sewa kendaraan, tiket masuk ke lokasi wisata sampai makan-makannya ya diambil dari dana iuran lebaran tadi. Malah atas saran eyang, sebagian dari dana itu juga bisa kita pakai untuk sedekah.

Jadi masing-masing anggota keluarga nggak perlu lagi keluar duit. Mereka cukup menanggung biaya transportasi dari tempat asal ke Jogja pp. Nggak memberatkan kan? Kadang-kadang kalau kita pergi bareng keluarga besar, suka jadi pertanyaan nanti siapa yang bayar, siapa yang nraktir makanannya, siapa yang bayar tiket masuk ke obyek wisata?

Dengan cara iuran bulanan, pertanyaan-pertanyaan itu langsung terjawab. Dananya ya diambil dari iuran keluarga. Terus, gimana kalau ada anggota keluarga yang nggak bisa pulang waktu lebaran? Sesuai kesepakatan, diberikan pengembalian iuran. Seperti ketika keluarga adik istri yang tinggal di Bali yang tahun ini nggak bisa pulang lebaran, karena awal Juni lalu sudah ke Jogja.

Nah, setelah lebaran, kita mulai iuran lagi. Besarnya iuran juga disepakati, apakah ada kenaikan atau sama dengan tahun sebelumnya. Semuanya kita diskusikan via grup di BBM. Kadang – kadang, kalau ada salah satu anggota keluarga yang sakit atau terkena musibah, bantuan juga diberikan dan uangnya diambil dari dana iuran keluarga.

Lebaran memang momen membahagiakan, karena kita bisa berkumpul dengan keluarga besar. Namun terkait urusan uang untuk makan-makan dan jalan-jalan, jangan sampai nggak ada persiapan.

Iklan

6 pemikiran pada “Iuran Bulanan Keluarga buat Persiapan Lebaran

  1. Wah dapat info bagus nih. Bagus juga diterapkan buat keluarga atau kawan se genk hehe.. Jadi kalo mau hepi-hepi bersama abis lebaran ada dana. Bagus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s