Nanti Sekolah di Jogja saja, ya

“Nanti kalau udah lulus, sekolah di Jogja saja, ya”kata eyang putri saat ngobrol-ngobrol dengan istri dan anak-anak di rumahnya.

“Dea sih maunya bisa kuliah di Bandung  lewat jalur undangan ”jawab istri saya.

“Kalau sekolah di Jogja, nanti tinggal di rumah ini. Nggak usah kos lagi”lanjut eyang putri.

Memang masih satu tahun lagi Dea lulus SMA. Belum tau juga apakah akan diterima lewat jalur SNMPTN atau SBMPTN. Semuanya baru rencana.

Namun satu hal yang bisa saya petik dari obrolan di atas. Keinginan eyangnya agar bisa dekat dengan cucunya. Memang selama ini tempat tinggal kami terpisah. Eyang putri dan eyang kakungnya di Jogja. Sementara saya dan keluarga di Pontianak.

Nggak setiap tahun bisa pulang ke Jogja. Terakhir pulang dua tahun lalu. Itu pun hanya seminggu di Jogja. Malah istri dan Andra hanya sehari semalam di Jogja. Syukur alhamdulillah tahun ini bisa pulang dan lebih lama tinggal di rumah eyangnya. Manfatkan liburan sekolah sekalian puasa Ramadhan dan Idul Fitri di Jogja.

Saya yakin setiap orangtua punya keinginan agar ada salah satu anaknya atau cucunya yang bisa tinggal dekat dengannya. Nggak mesti harus tinggal serumah. Bisa saja sekota tapi beda rumah.

Memang dilematis. Kadang-kadang karena pekerjaan, anak-anak harus tinggal terpisah dari kedua orangtuanya. Tinggal di tempat lainnya yang beda kota, beda pulau bahkan beda negara. Dengan sendirinya frekuensi ketemu pun jarang-jarang. Komunikasi dilakukan sebatas saling telepon atau chatting di handphone. Dengan sendirinya, cucunya juga jarang ketemu dengan kakek nenek dan sanak saudara lainnya.

Momen liburan sekolah atau lebaran adalah saat yang tepat untuk menengok orangtua. Juga mengenalkan anak-anak dengan kerabat lainnya: paman, bibi, dan saudara sepupunya. Mumpung bisa berkumpul minimal setahun sekali.

Meski tiket lebaran lebih mahal daripada hari biasa, hitungan itu belum seberapa dibandingkan rasa bahagia yang hadir di hati orangtua. Meski persiapan pulang begitu menyita waktu, semua itu belum ada apa-apanya dibandingkan doa yang dipanjatkan orangtua bagi kebaikan anak-anaknya. Meski perjalanan jauh harus ditempuh, semua itu belum berarti dibandingkan perjalanan kedua orangtua mendidik kita.

Semoga kita dimudahkan Allah untuk lebih sering bertemu dengan kedua orangtua.

10 pemikiran pada “Nanti Sekolah di Jogja saja, ya

  1. Jaman sekarang sekolah / kuliah harus maunya anak alias dia yang mau jurusan yang akan dia pilih. Supaya nanti gak jadi sesalan pilihan itu bukan pilihan dia. Menurut saya begitu.

  2. hampir senasib sama suami saya yg emak bapaknye ada di surabaya. gk bs tiap tahun pulang. jd paham perasaan yg ada pada tulisan ini, kadang saya merasa sedih aja aliya gk bs deket sm mbah yg di surabaya tp cukup terhibur aliya dekat sm papa dan mama saya. ih kok eikeh malah curhat ya heuheuheu

  3. Waduh saya jadi bersyukur tidak pernah jauh dari orang tua. Dulu pas kuliah sering jauh dari kuliah. Rasanya sudah cukup mewakili perasaan-perasaan yang tidak enak. Sekarang sudah satu atap lagi. Nggak mau jauh-jauh lagi.

  4. Amiiin Pak Yudhi, semoga ya Pak. Memang jadi sesuatu yang mewah untuk sebagian dari kita ya bisa berkumpul bersama keluarga..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s