Kebiasaan Mencium Tangan

Ada satu kebiasaan menarik setiap selesai sholat maghrib berjaamah di masjid camp. Setelah membaca doa, tanpa dikomando, anak-anak laki perempuan yang masih TK dan SD langsung berebut ke depan. Satu per satu antri dan menunggu bersalaman dan mencium tangan orang-orang yang lebih tua.

Bahkan, terkadang ketika jamaah bapak-bapak masih duduk, mereka sudah menyerbu ingin duluan salaman dan cium tangan. Akhirnya, ada kawan yang mengingatkan anak-anak berbaris supaya nggak berebut.

Melihat anak-anak di masjid berebut mencium tangan orang yang lebih tua, saya jadi ingat  keluarga. Biasanya sebelum anak-anak berangkat sekolah, mereka mencium tangan saya dan ibunya. Setelah itu, saya balas dengan mencium kepala mereka sambil bilang hati-hati di jalan, nggak usah terburu-buru. Pun demikian ketika saya hendak pergi keluar kota.

Kenapa sih kok anak-anak itu sampai mencium tangan orang yang lebih tua? Apa nggak cukup dengan bersalaman saja? Pertanyaan seperti itu pernah terlontar dari salah seorang pimpinan, karena dia juga pernah mengalami hal serupa. Bertemu dengan yang lebih muda kemudian mencium tangannya.

Ditanya seperti itu, saya jawab,”Itu salah satu tanda mereka menghormati orang yang lebih tua. Apalagi kalau beda usianya banyak. Nggak ada maksud lainnya”.

Kebiasaan mencium tangan orang yang usianya jauh lebih tua, bisa jadi salah warisan orang-orangtua kita yang sekarang sudah jarang dilakukan generasi berikutnya.

Kalau memang hal itu baik sebagai bentuk penghormatan kepada orang lain, kenapa tidak kita biasakan?

9 pemikiran pada “Kebiasaan Mencium Tangan

  1. Menurut saya itu kebiasaan bagus, kudu dilestarikan.
    Kalo saya sendiri dulu waktu kecil gak ada budaya cium tangan, bahkan ke orang tua sendiripun cuma salaman. Saya juga gak pernah melihat kedua orangtua saya mencium tangan ibu bapak mereka. Ini mungkin warisan budaya egaliter yang jadi warisan turun temurun.

  2. Jaman kecil saya nggak ada budaya cium tangan ini.
    Sekarang kayaknya dimana-mana deh. Mau masuk sekolah ada beberapa guru piket yang berdiri di gerbang, menyambut anak-anak. Pastilah diiringin dengan salaman dan cium tangan. Mau pulang sekolah pun salaman dan cium tangan pada guru yang saat itu ada di kelas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s