Peraturan Baru, Siap-siap Adaptasi Lagi

Beruntunglah teman-teman yang sudah akrab dengan internet dan dunia online. Apalagi yang sudah berumur kepala empat atau lebih dan masih kerja. Di era serba digital ini, nggak cuma urusan belanja barang dan beli tiket saja yang online. Dalam urusan pekerjaan, satu demi satu juga sudah menerapkan secara online, termasuk pelaporan secara digital ke kementerian.

Beragam komentar dari teman-teman kerja menanggapi akan diberlakukannya peraturan baru self assessment yang mengarah ke digitalisasi data. Ada yang menyoroti jaringan internet yang lelet, kurangnya sosialiasi, sampai kesiapan SDMnya.

Ada juga yang memandang bahwa self assessment adalah upaya efisiensi memangkas biaya operasional perusahaan, tapi juga sekaligus membuka peluang kesalahan dan sanksi jika penerapannya tidak berhati-hati. Bisa seperti itu karena mulai perencanaan, pelaksanaan dan monitoring dilaksanakan semuanya oleh perusahaan. Peran aparat pemerintah sebagai pengawas sudah semakin berkurang. Meringkas rantai birokrasi dan pemeriksaan menggunakan bantuan teknologi (satelit, drone, internet).

Contoh mudahnya kalau kita ingin melihat titik api (hot spot) di suatu tempat, cukup meluncur ke portal Sipongi. Satelit akan menginformasikan lokasi titik api secara rinci, mulai koordinatnya, desa dan kecamatan.

Siap nggak siap, mau nggak mau, era digitalisasi data akan merambah ke semua bidang pekerjaan. Asyiknya bagi yang pekerjaannya nggak jauh-jauh dari pelaporan digital dengan internet. Setelah urusan input data beres, laporan selesai terverifikasi oleh instansi teknis, ada kesempatan dan waktu luang buat berselancar di dunia maya. Bisa cek dan balas email, menyimak berita terbaru, belanja online atau ngeblog🙂

5 pemikiran pada “Peraturan Baru, Siap-siap Adaptasi Lagi

  1. Betul Pak. Harus bisa adaptasi sekarang ini. Akan susah kalau tidak bisa mengetahui apa internet dan bagaimana peralihan berjalan.

    1. Sependapat, mas Dani. Saya dulu jg waktu tugas di bagian operasional, gak ngerti apa itu internet, apalagi email.

      Setelah lebih banyak di kantor dan ngurus administrasi, mau gak mau ya harus belajar internet, buka email, lampirkan attachment. Memang lebih banyak belajar sendiri, trial and error, salah coba lg. Dari situlah lama2 akhirnya bisa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s