Kebersamaan dalam Takbir Keliling

Jpeg

Meski kondisi lagi krisis, takbir keliling tetap eksis. Meski situasi lagi sulit, semangat bertakbir masih solid. Demikian kata-kata pembawa acara saat mengakhiri acara takbir keliling jam 10.30 WIB.

Setelah berkeliling dengan jalan kaki ke lima lokasi mess karyawan, acara takbir keliling diakhiri di mess kantor.

Takbir keliling tak hanya diikuti karyawan dari berbagai bagian, tapi juga anak-anaknya yang masih SD. Semangat anak-anak untuk ikut takbir keliling memang luar biasa. Namanya anak-anak paling suka kalau diajak jalan-jalan, singgah ke rumah, terus ada macam-macam cemilan.

Mereka sampai berlatih nasyid di masjid hampir tiap hari. Habis sholat maghrib atau sholat isya latihannya.

Jpeg

Sambutan dari tuan rumah juga dahsyat. Keinginan untuk berbagi rejeki dengan menyajikan kudapan atau cenilan benar-benar tulus. Sampai-sampai jamaah diminta bawa pulang makanan yang tersisa.

Nggak heran kalau akhirnya anak-anak banyak bawa oleh-oleh makanan. Bahkan ada yang udah menyiapkan kantong plastik dan kotak kue. Buat nampung kue-kue yang nggak habis.

Bagi anak-anak, ikut takbir keliling adalah kegiatan yang mungkin tak terlupakan. Ketika dewasa nanti mungkin takbir keliling bisa jadi tinggal cerita yang tak pernah lagi dialami generasi selanjutnya.

Mereka saat itu akan ingat dan cerita ke anak-anaknya,”Dulu waktu ibu atau bapak masih kecil, sering ikut takbir keliling. Jalan kaki dan singgah ke rumah-rumah. Dapat banyak kue dan juga ikut nasyid”. Anak-anaknya pun hanya dapat mendengar tanpa pernah merasakan indahnya kebersamaan saat melaksanakan takbir keliling.

Iklan

6 pemikiran pada “Kebersamaan dalam Takbir Keliling

  1. Seru banget Pak Yudhi. Jadi inget di kampung kalo lebaran Idul Adha juga selalu takbir keliling bawa obor. Gak tahu deh masih ada gak akhir-akhir ini. Saya dulu excited banget keliling kampungnya. Ketemu banyak temen. Jadi kangen kampung Pak.. 😀

  2. nia

    Waktu pertama kali k sepauk kaget liat adanya tradisi takbir keliling ..lebaran idul adha di pontianak knp sepi y p hendro ..tdk seperti d bandung…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s