Rezeki Itu nggak Cuma Sebatas Gaji

“Wah, saya yang udah kerja dua puluh tahun lebih, gajinya kok selisihnya beda tipis sama yang baru sembilan tahun kerja”kata seorang kawan di kantor. Kalau sudah bicara gaji memang sensitif apalagi kalau sampai dibanding-bandingkan.

Ya, keluhan seperti itu saya  ambil sisi positipnya saja. Sekarang yang namanya karyawan baru upahnya minimal harus sesuai Upah Minimum Propinsi (UMP). Ada juga upah yang dibayarkan lebih spesifik sesuai bidang kerjanya, namanya Upah Minimum Sektoral Propinsi (UMSP). Nah, waktu penerimaan karyawan baru otomatis upahnya disesuaikan dengan UMP/UMSP saat itu, misalnya 2 juta. Sementara karyawan yang lama kenaikannya di bawah UMP. Sekian persen dibandingkan UMSP tergantung kebijakan manajemen perusahaan.

Tapi yang namanya rejeki itu kan nggak cuma dari gaji. Ada kawan yang bilang,”Rejeki udah ada yang ngatur, daripada mengeluh atau ngomel, kita dekatin aja yang ngatur rejeki”

“Maksudnya gimana sih?”tanya saya penasaran.

Dia jelaskan,”Begini lho, deketin yang ngatur rejeki itu maksudnya kita manut sama bos kita, Allah SWT. Kalau kita punya ART yang nurut saja kita senang kan. Pagi-pagi sudah bangun duluan daripada majikannya. Nyapu, ngepel, cuci piring, nyiapin sarapan buat majikannya sama anak-anaknya. Waktu majikannya kerja, anak-anaknya sekolah, dia belanja ke pasar, jemur pakaian. Majikannya pulang rumah udah bersih, rapi dan wangi.

Satu saat si mbak ART yang tiap bulan digaji 1 juta pusing gara-gara suaminya kena PHK. Perusahaan minyak sawit tempatnya bekerja gulung tikar akibat harga minyak jatuh.

Lama kelamaan sang majikan tau kalau mbak ART punya masalah karena kelihatan sering melamun. “Ooo, suamimu udah nggak kerja lagi. Hmm..itu coba motor di garasi dipakai aja buat ngojek”, kata sang majikan. Nah, dikasih deh jalan keluar yg nggak disangka-sangka. Satu ketika, nyonya majikan lihat anak perempuan mbak ART yg klas 6 SD itu tasnya sobek.” Udah nggak usah pakai tas itu lagi, pakai saja tas warna biru punya Sari yg ada di gudang”. Rejeki datang lagi.

Seminggu berikutnya, datanglah ibu sang majikan wanita. Dia udah lama ingin nengok anak dan cucu-cucunya. Setelah sang nenek pulang, ibu majikan bilang sama mbak ART,” Sur, kamu mau nggak bulan depan nemenin nenek?”. Mbak Surti kaget ditanya majikannya seperti itu, “Nemenin kemana, bu?”. Nyonya majikan sambil senyum bilang,”Kamu siap-siap dari sekarang, ya, bulan depan saya minta kamu nemenin nenek pergi Umroh. Semua keperluanmu ibu yang urus”. “Apa bu, nemenin nenek pergi umroh?” kata Surti nggak percaya dengan apa yang didengarnya.

Nah, meski mbak Surti dibayar 1 juta per bulan, tapi rejekinya melebihi nilai gajinya. Demikian juga karyawan yang gajinya beda tipis dengan temannya yang lebih yunior. Bisa jadi selisih gajinya sedikit, tapi dia diberikan keluasan rejeki seperti jarang sakit, anak yang dijauhkan dari pergaulan bebas atau istri yang menentramkan hati. Semua itu kalau dinilai dengan materi, pasti lebih besar daripada gajinya yang diterima.

8 pemikiran pada “Rezeki Itu nggak Cuma Sebatas Gaji

  1. Betul sekali, rezeki banyak macamnya Mas. Pemasukan tidak hanya berupa gaji atau hal-hal berbau materi belaka.
    Kisah Mbak Surti ini nyata atau rekaan buat mengantar cerita Mas? Bila ada majikan kayak gitu baiknya, joss banget. Yg kerja makin semangat dan insyaAllah Indonesia makin sejahtera kalo banyak yg begitu. trims.

  2. Posting-nya mantap mas.
    Orang selama ini mikirnya cuma berapa banyak duit yang dia terima dari hasil kerjanya.
    Saya tetap mensyukuri gaji yang saya terima, walau kalau dibandingkan dengan rekan yang selevel gaji saya lebih rendah. Nikmat jarang sakit saja, itu membuat saya berpikir alangkah besarnya “gaji” dalam bentuk lain yang saya terima.

    1. Betul mas Alris, jarang sakit adalah salah satu nikmat Allah, karena uang yg seharusnya keluar untuk biaya berobat justru Allah tahan dan alihkan dalam bentuk lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s