Nggak Singgah ke Rumah, Malah Kena Marah

“Mau kemana?” kata pak Agus keluar dari mobilnya saat ketemu di terminal. Nada bicaranya agak tinggi dengan wajah menampakkan keheranan.

“Mau ke Ponti, Pak”jawab saya agak gugup. Dia menghujani dengan pertanyaan susulan,“Kenapa nggak ke rumah?”. Terus menyuruh saya masuk ke mobilnya di sore yang mulai gerimis itu. Di kursi belakang ada anak bungsunya. Rupanya dia baru saja ngajarin anaknya setir mobil di terminal bis.

Biasanya, kalau saya mau ke Pontianak selalu telpon dia dulu. Kasih tau atau minta tolong untuk pesankan tiket bis. Setelah sampai di Pinoh, singgah ke rumahnya untuk numpang mandi dan makan pecel lele di warung kang mas yang ada di depan rumahnya.

Juga kalau dari Pontianak dan mau pulang ke camp, saya kontak dia. Tanpa saya minta dia langsung nanya naik bis apa, nanti saya jemput di terminal ya. Sebelum bis datang, dia sudah di terminal. Sebelum bis sampai di Pinoh, dia kadang-kadang yang telpon duluan dan tanya sudah sampai mana. Terbalik nih, biasanya yang dijemput telpon yang menjemput memberitahu posisi terakhirnya dimana.

Saya sama pak Agus memang sudah soulmate untuk urusan melayani tamu. Jadi kalau ada tamu datang, dia yang mengurus kendaraan, penginapan sampai makan. Saya cukup informaskan saja kapan datangnya, berapa orang, naik pesawat atau lewat jalan darat. Setelah dapat itu dia yang mengurus semuanya dan menyampaikan perkembangannya.

Tapi di sore itu, dia agak marah ke saya karena mau ke Pontianak nggak bilang-bilang.

“Ngapain nunggu bis sampai 4 jam di terminal. Hujan-hujan lagi. Udah sekarang ikut ke rumah!”perintahnya setelah saya membayar minuman di warung. Saya ikuti permintaannya. Dua orang teman yang sama-sama satu kendaraan dari camp tetap nunggu di terminal.

Biasanya kalau ada kawan, saudara atau keluarga lain yang sering singgah ke rumah, si empunya rumah agak risih atau kerepotan. Tapi teman saya yang satu ini memang sebaliknya. Justru marah kalau saya nggak singgah ke rumahnya.

2 pemikiran pada “Nggak Singgah ke Rumah, Malah Kena Marah

  1. Jarang orang seperti mas Agus itu. Banyak orang merasa terbebani kalo dimintai tolong. Teman kayak gini memang sudah masuk soulmate nih,🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s